Pelayanan Haji 2026 Tuai Pujian, Jemaah Bengkulu: Es Krim Ada di Mana-Mana

  • 08 Jun 2026 06:58 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Anggapan bahwa ibadah haji identik dengan kelelahan dan berbagai kesulitan tampaknya tidak dirasakan oleh Sily Aguspa (37), jemaah haji asal Bengkulu yang tergabung dalam Kloter 04 Padang. Baginya, perjalanan menunaikan rukun Islam kelima tahun ini justru penuh kenyamanan dan kemudahan.

Sily saat berada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu, 7 Juni 2026, tampak sumringah berbincang dengan kerabatnya sambil menunggu penerbangan lanjutan menuju Bengkulu. Ia mengaku sempat mendengar berbagai cerita tentang beratnya pelaksanaan ibadah haji dari musim-musim sebelumnya. Namun pengalaman yang ia rasakan di Tanah Suci justru berbeda.

"Enak sekali. Kalau dengar cerita sebelum-sebelumnya katanya banyak halangan dan hambatan. Ternyata pas dijalani, alhamdulillah semuanya lancar. Makanannya berlimpah dan tidak ada kendala apa pun," ujarnya.

Menurut Sily, ketersediaan konsumsi bagi jemaah sangat melimpah. Bahkan, buah-buahan yang disediakan di tenda penginapannya sering kali tidak habis dikonsumsi.

"Di tenda kami banyak sekali makanan seperti jeruk, apel, dan pisang. Sampai tidak habis dimakan karena kapasitas perut kita juga terbatas," katanya sambil tertawa.

Ia juga mengenang persiapannya menjelang fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Karena khawatir kekurangan makanan, Sily sempat memenuhi tasnya dengan berbagai bekal. Namun kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti.

"Baru naik bus menuju Armuzna saja kami sudah dibagikan makanan ringan. Sesampainya di Arafah, fasilitasnya juga lengkap sekali. Ada tempat tidur, bantal, selimut, tumbler, kopi, sampai payung. Kami jadi berpikir, untuk apa membawa bekal sebanyak itu," tuturnya.

Hal yang paling membekas dalam ingatannya adalah keberadaan es krim gratis yang tersedia hampir di setiap lokasi pelayanan jemaah. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu mengurangi rasa gerah di tengah suhu panas Arab Saudi.

"Es krim ada di mana-mana. Di setiap tenda jumlahnya banyak sekali. Karena cuacanya panas, kami bisa mengambil es krim sepuasnya," ungkapnya.

Sily juga mengaku seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, termasuk saat pelaksanaan murur di Muzdalifah dan lempar jumrah di Mina yang berlangsung tertib dan nyaman. Kini, setelah kembali menginjakkan kaki di Tanah Air, ia masih sulit percaya telah menunaikan ibadah haji yang selama ini hanya menjadi impiannya.

"Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi bisa sampai ke sana. Sekarang sudah pulang lagi ke Indonesia, tapi rasanya masih seperti mimpi," katanya haru.

Selain membawa pengalaman spiritual yang berkesan, Sily juga pulang dengan kebahagiaan lain. Ia memperoleh Al-Qur'an gratis yang dibagikan kepada jemaah di Jeddah sebelum memasuki ruang tunggu bandara. Kisah Sily menjadi gambaran meningkatnya kualitas pelayanan haji tahun 2026. Berbagai fasilitas yang diberikan tidak hanya mendukung kelancaran ibadah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan pengalaman yang membahagiakan bagi para jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....