Skema Murur dan Tanazul Dinilai Efektif, Jemaah Haji Sumbar Aman di Tanah Suci

  • 28 Mei 2026 12:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Jemaah haji asal Sumatera Barat saat ini tengah menjalani rangkaian ibadah lempar jumrah di Mina, Arab Saudi. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan seluruh proses ibadah berjalan lancar dan terkendali.

Saat dihubungi RRI di Padang Kemarin, M. Rifki, para jemaah mulai melaksanakan lontar jumrah sejak 10 Zulhijah hingga 13 Zulhijah. Ia menjelaskan terdapat dua skema pelaksanaan ibadah, yakni sebagian jemaah melaksanakan lontar jumrah selama tiga hari dan sebagian lainnya empat hari bagi yang mengambil nafar sani.

Ia menyebut berbagai persoalan yang sempat terjadi pada penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya berhasil diminimalisir pada musim haji tahun ini. Peristiwa penumpukan jemaah hingga berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang berkat pengaturan perjalanan yang lebih baik dari pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umroh

“Jemaah sekarang sedang berada di Mina. Alhamdulillah berdasarkan informasi yang kita dapatkan, kondisi di Muzdalifah aman dan terkendali. Pada pukul tujuh pagi seluruh jemaah sudah bergerak dan tidak ada lagi yang tertinggal,” ujar M. Rifki, Kamis 28 Mei 2026.

Selain itu, Menurut M. Rifki pemerintah juga menerapkan skema murur dan tanazul untuk mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah dan Mina. Skema murur diperuntukkan bagi jemaah lansia, risiko tinggi, sakit, serta petugas dengan jumlah sekitar 25 persen dari total jemaah. Mereka langsung bergerak dari Arafah menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

“Skema murur ini sangat membantu mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Sementara skema tanazul membuat sebagian jemaah kembali menginap di hotel kawasan Syisyah setelah melontar jumrah sehingga Mina tidak terlalu padat,” katanya.

M. Rifki juga memastikan kondisi umum jemaah haji asal Sumatera Barat dalam keadaan baik. Meski terdapat beberapa jemaah yang sempat tersesat akibat kondisi tenda yang seragam dan padatnya lokasi, seluruh persoalan dapat segera diatasi oleh petugas haji di lapangan.

“Kalau ada jemaah yang tersesat atau salah tenda itu hal biasa karena sangat ramai. Namun petugas langsung menangani dan membantu menjemput jemaah kembali ke tendanya masing-masing,” jelasnya.

Terkait kondisi kesehatan, hingga saat ini tercatat lima orang jemaah haji asal Sumatera Barat wafat di Tanah Suci. Jumlah tersebut menurun signifikan dibanding musim haji tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 20 orang. Sementara kepulangan jemaah kloter pertama dijadwalkan mulai 3 Juni 2026 dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 18.16 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....