Kondisi Kesehatan Menurun, Jemaah Kloter 13 Embarkasi Padang Gagal Berangkat
- 08 Mei 2026 14:25 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Seorang jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Padang asal Kabupaten Tanah Datar terpaksa menunda keberangkatannya ke Tanah Suci setelah dinyatakan tidak laik terbang akibat kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan intensif. Jemaah atas nama Desma Herman Saer (63) itu tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang menggunakan ambulans dan langsung mendapat penanganan dari tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Dokter Klinik Kesehatan Embarkasi Padang, dr. Resnita, mengatakan jemaah datang dalam kondisi lemah dengan keluhan pembengkakan pada kedua kaki. “Jemaah masuk ke ruang klinik menggunakan brankar dan didampingi petugas Dinas Kesehatan Tanah Datar. Keluhan utamanya terdapat pembengkakan pada kedua kaki,” ujar Resnita, Kamis 7 Mei 2026.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, tim medis menemukan sejumlah kondisi yang mengharuskan jemaah segera mendapatkan penanganan rumah sakit. “Jemaah tampak pucat, badan lemas, terdapat pembengkakan pada bagian perut kiri bawah, serta memar pada kaki kiri akibat sempat terjatuh di kamar mandi,” jelasnya.
Berdasar hasil pemeriksaan medis, jemaah didiagnosis mengalami anemia berat disertai gangguan elektrolit akibat penyakit keganasan. Kondisi tersebut membuat jemaah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk melakukan perjalanan udara.
“Setelah pemeriksaan penunjang, jemaah dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. Saat ini jemaah menjalani perawatan dan transfusi darah sebanyak tiga kantong,” katanya.
Saat ini Desma Herman Saer dirawat di ruang kebidanan kelas I lantai I RSUP Dr. M. Djamil Padang guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Status tidak laik terbang tersebut ditetapkan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan tertanggal 7 Mei 2026. Sebelumnya, jemaah dijadwalkan berangkat bersama Kloter 13 menggunakan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3513 dengan rute Padang–Jeddah pada Jumat 8 Mei 2026 dini hari.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jemaah yang masih menjalani perawatan tersebut. “Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Istithaah kesehatan benar-benar diterapkan agar jemaah terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan selama menjalankan ibadah haji,” ujar Rifki.
Ia juga mengapresiasi respons cepat tim kesehatan Embarkasi Padang dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap jemaah. “Alhamdulillah tim kesehatan bergerak cepat sehingga kondisi jemaah bisa segera ditangani. Kita doakan beliau segera pulih dan mudah-mudahan nantinya dapat bergabung bersama kloter berikutnya,” katanya.
Rifki menegaskan pemeriksaan kesehatan berlapis yang dilakukan di Embarkasi merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh jemaah benar-benar siap menjalani perjalanan panjang serta rangkaian ibadah di Tanah Suci. “Pemeriksaan tahap akhir di embarkasi ini menjadi bentuk perlindungan bagi jemaah agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....