Calon Jemaah Haji Kloter 7 Embarkasi Padang Masuki Asrama, Dua Batal Berangkat

  • 30 Apr 2026 17:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 391 Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 7 Embarkasi Padang asal Kota Pariaman dan Bukittinggi telah memasuki penginapan Asrama Haji, Kota Padang pada Kamis, 30 April 2026. Ketua Kloter 7 CJH Embarkasi Padang, Misra Elfi mengatakan, kloter ini beranggotakan 133 orang asal Kota Pariaman dan 251 asal Kota Bukittinggi.

“Seluruh calon jemaah haji mendapatkan layanan One Stop Service (OSS) dari petugas Embarkasi. Mereka mendapatkan layanan kesehatan, pembagian gelang serta kartu nusuk dan selanjutnya memasuki kamar penginapan asrama,” kata Misra.

Misra mengatakan, pada Kloter 7 ini terdapat satu orang CJH termuda yakni, Atta Thariq Bestari berusia 19 tahun dan yang tertua bernama Anwar Abdullah berusia 83 tahun, keduanya berasal dari Kota Pariaman. “Satu CJH termuda asal Kota Pariaman. Ia berangkat bersama kedua orang tuanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya tercatat 253 asal Kota Bukittinggi yang direncanakan berangkat ke tanah suci pada Jumat, 1 Mei 2026 ini. Namun, kondisi kesehatan membuat dua di antara calon jemaah tersebut batal berangkat tahun ini.

Kedua calon jemaah dimaksud yakni, Putri Lenggogeni Roesma berusia 21 tahun beserta ibunya bernama Hanifah Ainnur yang batal berangkat dikarenakan permasalahan kesehatan. “Keduanya sudah melakukan pelunasan BIPIH, namun calon jemaah haji dimaksud membatalkan keberangkatan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan,” kata Misra.

Sementara itu, Petugas Kesehatan Kloter 7, dokter Yelfi Novita Roza mengatakan, seluruh calon jemaah dimaksud telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh Balai Karantina Kesehatan setibanya di aula kedatangan asrama haji. “Hasil pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan kelaikan calon jemaah haji diterbangkan ke tanah suci, sebelumnya calon jemaah haji sudah menjalani Istithaah, termasuk pemantauan kesehatan rutin dari puskemas domisili mereka,” ujarnya.

Yelfi menambahkan, telah mengimbau agar calon jemaah haji dengan riwayat penyakit bawaan membawa kelengkapan obat dengan dosis standar. Hal dimaksud bertujuan agar calon jemaah haji terhindar dari permasalahan kesehatan selama berada di tanah suci.

“Ada sekitar 25 persen calon jemaah haji kloter 7 itu Risiko Tinggi (Risti) Berat, 16 orang Risti sedang 30 orang Risti ringan dan sisanya tidak Risti. Total ada seperempat dari total calon jemaah itu yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid,” kata Yelfi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....