Pembagian Kartu Nusuk Kini Dilakukan Lebih Awal

  • 21 Apr 2026 14:53 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 2026, Embarkasi Padang mulai mengoptimalkan sistem pelayanan guna memastikan seluruh proses berjalan lebih efisien dan nyaman. Sejumlah penyesuaian dilakukan, terutama pada skema layanan terpadu satu pintu atau One Stop Service (OSS), menyusul kebijakan pembagian kartu Nusuk yang kini dilakukan di embarkasi.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat (Kemenhaj Sumbar) mematangkan berbagai aspek pelayanan di embarkasi sebagai bagian dari persiapan operasional haji. Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menegaskan pelayanan maksimal bagi jemaah menjadi komitmen utama seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Embarkasi adalah etalase pelayanan jemaah haji. Di sinilah kualitas layanan benar-benar dirasakan jemaah sebelum berangkat,” ujar Rifki, Senin 20 April 2026 .

Ia menjelaskan, salah satu penyesuaian penting adalah integrasi pembagian kartu Nusuk ke dalam alur layanan OSS. Jika sebelumnya kartu Nusuk diterima jemaah setibanya di Arab Saudi, tahun ini dokumen tersebut diserahkan lebih awal melalui embarkasi.

Menurut Rifki, langkah ini bertujuan memberikan kemudahan sekaligus mempercepat proses pelayanan bagi jemaah. Selain itu, Kemenhaj Sumbar juga mengubah pola distribusi stiker koper kabin. Tahun ini, stiker dibagikan lebih awal di daerah melalui kantor Kemenhaj kabupaten dan kota, sehingga proses di embarkasi menjadi lebih singkat.

“Selama ini stiker ditempelkan di asrama oleh petugas. Dengan dibagikan di daerah, proses di embarkasi menjadi lebih cepat dan jemaah bisa langsung menuju kamar,” katanya.

Penyesuaian juga dilakukan pada alur layanan di aula kedatangan. Untuk mengantisipasi penumpukan, panitia menyiapkan tenda besar di depan aula sebagai area tunggu tambahan bagi jemaah. “Dengan penambahan tenda ini, jemaah tidak perlu menumpuk di dalam aula, mereka bisa menunggu dengan lebih tertib dan nyaman sebelum mengikuti tahapan layanan berikutnya,” ujar Rifki.

Sebagai bagian dari evaluasi kesiapan, seluruh panitia turut melaksanakan simulasi pelaksanaan One Stop Service (OSS) guna memastikan setiap tahapan layanan berjalan optimal. Simulasi ini mencakup seluruh proses pelayanan, termasuk penyerahan kartu Nusuk yang kini terintegrasi dalam layanan di embarkasi.

“Kita terus lakukan evaluasi dan penyempurnaan. Jika ada layanan yang bisa diselesaikan di daerah, tentu akan kita optimalkan agar proses di embarkasi lebih efisien,” kata Rifki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....