Pascabencana, Sumbar Catatkan Deflasi di Januari
- 04 Feb 2026 11:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Januari 2026 mengalami deflasi -1,15 persen (month to month). Deflasi tersebut lebih dalam dibanding wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara bahkan terdalam secara nasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado menjelaskan, deflasi didorong semakin membaiknya pasokan pangan yang ditopang respon aktif pemerintah untuk mengakselerasi recovery dampak bencana di antaranya melalui perbaikan sarana transportasi. Kemudian juga didorong kebijakan diskon tarif layanan perusahaan daerah air minum (PDAM).
"Menurut kelompok Harga yang Diatur Pemerintah (administerd price), kebijakan pemerintah Kota Padang untuk memberikan diskon 50 persen tarif PDAM memberikan sumbangan deflasi -0,12 persen. Sejalan dengan itu, berangsur normalnya lalu lintas dan jalur transportasi membawa dampak penurunan tarif angkutan antar kota 17,22 persen (mtm) dan memberikan andil deflasi 0,05 persen," ucapnya, Selasa, 3 Februari 2026.
Lebih spesifik, Andy menuturkan, menurut kelompok komoditas pangan bergejolak (volatile foods), deflasi didorong penurunan harga komoditas hortikultura terutama cabai merah dan bawang merah. Penurunan harga terjadi seiring normalisasi pasokan dari sentra produksi lokal serta masuknya pasokan dari Sumatera Utara dan Jawa.
"Namun deflasi lebih dalam tertahan oleh berlanjutnya inflasi pada beberapa komoditas pangan seperti beras dan tomat. Kondisi itu dipengaruhi faktor musiman serta terdampaknya sebagian lahan pertanian akibat bencana," tuturnya.
Di sisi lain, tekanan inflasi pada Januari 2026 terutama bersumber dari kenaikan harga emas perhiasan yang sejalan dengan tren kenaikan harga emas global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan dengan andil 0,13 persen (mtm), diikuti oleh tomat, beras, ikan nila, dan ikan asin teri.
Secara spasial, seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Sumatera Barat pada Januari 2026 tercatat mengalami deflasi. Kabupaten Pasaman Barat mencatatkan deflasi terdalam sebesar -1,84 persen (mtm), diikuti oleh Kota Padang -1,02 persen, Kabupaten Dharmasraya -0,92 persen, dan Kota Bukittingi -0,73 persen. Deflasi yang cukup dalam di Kabupaten Pasaman Barat sejalan dengan membaiknya pasokan komoditas hortikultura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....