Diskon Tarif Air PDAM Kota Padang Dorong Deflasi

  • 02 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang: Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), Kota Padang mengalami deflasi cukup tinggi mencapai 1,02 persen pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Statistisi Ahli Madya BPS  Sumbar, Ilhamiwitri mengatakan, Kota Padang bersama tiga daerah lainnya di Sumbar juga mengalami deflasi secara bulanan.

“Salah satu faktor pendorong deflasi di Kota Padang yakni, diskon tarif air PAM dari pemerintah kota. Sementara yang lainnya dipengaruhi kembali normalnya harga komoditas penting pascabencana, yakni cabai merah,” kata Ilhamiwitri usai menyampaikan berita resmi statistik, Senin 2 Februari 2026.

Lebih lanjut ia meyampaikan, secara bulanan seluruh kabupaten/ kota di Sumbar mengalami deflasi pada Januari 2026. Tercatat, Kabupaten Pasaman Barat mengalami deflasi paling dalam sebesar 1,84 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 0,73 persen.

Sementara inflasi secara year on year (yoy), pada empat kabupaten/ kota dimaksud seluruhnya mengalami inflasi. “Inflasi secara year on year yang tertinggi terjadi di Pasaman Barat sebesar 4,29 persen sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 3,35 persen,” katanya.

Komoditas yang paling dominan mendorong deflasi pada Januari 2026 antara lain, cabai merah yang mengalami perubahan harga sebesar 40,02 persen dengan andil mencapai 1,16 persen, diskon tarif air minum PAM sebesar 12,79 persen dengan andil 0,12 persen serta tarif angkutan antar kota yang mengalami perubahan harga 17,22 persen dengan andil mencapai 0,05 persen. “Perubahan harga yang cukup positif ini menandakan, pemulihan infrastruktur seperti jalan pasca diterjang bencana kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang telah memberikan keringan pembayaran tagihan pelanggan untuk periode Januari 2026. Humas PDAM Padang, Adhie Zein membenarkan, pembebasan tagihan tersebut diberikan bagi 1.382 pelanggan terdampak atau sekitar 1,1 persen dari total pelanggan di Kota Padang.

 “Insentif ini kami berikan kepada pelanggan yang benar-benar mengalami kekeringan air. Pelanggan dimaksud digratiskan tagihannya untuk periode pembayaran Februari 2026. Selain itu, distribusi air bersih dari kami masih tetap disalurkan melalui mobil tangki air ke permukiman warga yang terdampak kekeringan,” ujar Adhie Zein.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....