Pengamat Prediksi Harga Sembako Naik Jelang Ramadan

  • 30 Jan 2026 16:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat kerugian besar di sektor pertanian akibat bencana hidrometeorologi. Total seluas 1.341 hektare sawah masyarakat mengalami puso atau gagal panen.

Kondisi ini berpotensi memicu keterbatasan pasokan pangan menjelang Ramadan. Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Padang, Dr. Alpon Satrianto, Rabu 28 Januari 2026, menilai kondisi ini akan berdampak pada suplai pangan di pasaran.

“Jika terjadi kekurangan pasokan seperti cabai, beras, dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah perlu mendatangkannya dari daerah lain untuk menekan kenaikan harga,” ujar Dr. Alpon Satrianto.

Ia juga mendorong pemerintah kembali mengaktifkan kebijakan pangan murah. Menurutnya, keterbatasan pasokan berisiko memicu kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan.

Selain itu, program bazar dan pasar murah dinilai penting untuk membantu masyarakat terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga.

“Pemerintah juga perlu mengawasi potensi lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran. Pemantauan melalui dinas terkait diperlukan agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, mengatakan ketersediaan pangan saat ini masih mencukupi. “Harga kebutuhan pokok di pasar masih relatif terkendali, dan kami akan kembali menggelar operasi pasar serta pasar murah di sejumlah titik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....