Jelang Ramadan, Pemko Padang Gelar Pasar Murah
- 27 Jan 2026 22:15 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang: Jelang Ramadan, Pemerintah Kota Padang akan mendirikan gerakan Pasar Murah disejumlah lokasi strategis. Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edwar mengatakan, lonjakan permintaan jelang Ramadan sudah menjadi fenomena rutin yang harus diantisipasi.
“Stabilisasi harga melalui intervensi pasar murah dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Namun, kami berfokus pada pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok tertentu,” kata Edrian, Selasa, 27 Januari 2026.
Edrian menjelaskan, kehadiran pasar murah pemerintah akan difokuskan menjual komoditas sembako yang cenderung mengalami perubahan harga. “Komoditas dimaksud seperti telur ayam, daging ayam, dan cabai,” ujarnya.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Andalas, Profesor Elfindri menilai, kehadiran pasar murah pemerintah dengan kuantitas yang besar berpotensi menimbulkan persaingan pasar, khususnya pedagang tradisional. Elfindri menyarankan, agar pemerintah fokus pada intervensi ketersediaan pangan dari daerah pemasok serta lebih selektif pada ragam komoditas yang akan dijual di pasar murah.
“Pasar murah harus terseleksi pada beberapa jenis saja yang akan diterima secara tidak langsung oleh iklim pasar yang dinilai tidak menjadi pesaing bagi private sector atau usaha-usaha kecil lainnya. Namun, jika pasar murah menyediakan komoditas yang beragam dan memiliki kuantitas yang besar dikhawatirkan dapat memicu persaingan pasar,” kata Elfindri.
Pasar murah, menurut Profesor Elfindri, seharusnya dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga stabil, namun juga perlu mempertimbangkan antara kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pangan yang perlu diintervensi. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang pokok dengan harga ideal, atau bahkan lebih murah.
“Pemerintah kami sarankan untuk membatasi apa yang boleh diintervensi dan disarankan pada jenis-jenis yang sangat risiko inflasinya, boleh segera diupayakan. Barangnya adalah super kebutuhan pokok, primary goods namanya, kalau tersier dan secondary goods tidak usah, biarlah secara mekanisme pasar,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....