Polisi Ungkap Motif Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang

  • 14 Jul 2026 15:11 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan memicu kepanikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Selasa, 14 Juli 2026 siang. Kepolisian menyatakan sumber ledakan berasal dari dalam laci meja yang berada di luar ruang kelas saat jam istirahat.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan terduga pelaku merupakan siswa. "Berdasarkan interogasi awal kepada terduga pelaku, sasarannya berada di balik tembok dekat lokasi ledakan. Namun, rencana tersebut gagal karena tidak ada seorang pun yang menjadi korban," ujarnya usai meninjau lokasi kejadian.

Menurut Apri, hasil pemeriksaan awal menunjukkan terduga pelaku merakit bom secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya. "Motif terduga karena rasa kesal dan sering menjadi korban perundungan oleh temannya. Lalu yang bersangkutan kemudian meluapkan emosinya dengan melakukan hal tersebut," katanya.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Tidak ada korban jiwa. Dari lokasi kejadian, kami mengamankan satu bom rakitan yang telah meledak serta tiga bom rakitan lainnya yang masih aktif," ujar Apri.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan oleh kepolisian bersama Densus 88 untuk kepentingan penyelidikan. Polda Sumatera Barat juga masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan siswa tersebut dikenal sebagasosok yang pendiam dan tidak pernah menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan selama berada di sekolah. "Anak kami ini kesehariannya di sekolah baik namun pendiam. Tidak ada keluhan sejauh ini yang kami dapatkan, baik dari orang tua maupun wali kelas," katanya.

Marliza menambahkan, proses belajar mengajar tetap berlangsung meski lokasi ledakan masih dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. "Saat kejadian tersebut kami sedang rapat di ruangan guru, lokasinya jauh dari sumber ledakan. Baru dapat kabar dari warga sekolah yang lain, bahwa ada ledakan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....