Libur Sekolah, Polresta Padang Cegah Remaja Terjerat Narkoba

  • 22 Jun 2026 04:55 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Padang terus memperkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Kelurahan Koto Luar, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, selama masa libur sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja yang memiliki lebih banyak waktu luang selama liburan.

Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP Hilmi Manossoh Prayugo menjelaskan, Program Kampung Bebas Narkoba merupakan program unggulan Polri yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba. Program tersebut melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, serta relawan yang berperan aktif mengawasi lingkungan masing-masing.

Hilmi menyampaikan masyarakat dapat menyampaikan informasi maupun laporan terkait dugaan peredaran narkoba melalui Posko Kampung Bebas Narkoba yang telah dibentuk di wilayah tersebut. Setiap laporan yang masuk akan diterima oleh relawan dan diteruskan kepada Tim Rajawali Satresnarkoba Polresta Padang untuk ditindaklanjuti.

Hilmi mengatakan, petugas akan melakukan verifikasi dengan mendatangi lokasi yang dilaporkan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika ditemukan adanya indikasi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, kasus tersebut akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Selain penegakan hukum kata Hilmi, Satresnarkoba Polresta Padang juga meningkatkan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja yang berisiko terpapar narkoba. Upaya ini dinilai penting karena masa libur sekolah kerap menjadi periode rawan bagi remaja untuk terpengaruh pergaulan negatif apabila tidak memiliki aktivitas yang positif.

" Demi generasi yang lebih cerah. Satresnarkoba Polresta Padang terbang menjaga marwah. Kamk selalu siaga, melawan gelap narkoba," ucapnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP Hilmi Manossoh Prayugo menambahkan pihaknya bekerja sama dengan rumah sakit dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat untuk pelaksanaan asesmen serta rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba yang membutuhkan penanganan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pelatihan keterampilan seperti sablon dan pertukangan sebagai bekal kegiatan produktif yang dapat menjauhkan mereka dari pengaruh narkoba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....