Papermind Club Bangun Ruang Aman Berbagi Cerita Melalui Seni Jurnaling Dekoratif
- 08 Sep 2026 12:18 WIB
- Padang
Poin Utama
- Seni memotong dan menempel kertas (decorative journaling) hadir sebagai sarana pelepasan stres dan penyaluran emosi di tengah kelelahan rutinitas harian.
- Papermind Club menjadi wadah inklusif bagi siapa saja untuk berbagi cerita tanpa canggung.
- Aktivitas fisik yang membutuhkan kerapian dan ketelitian ini terbukti ampuh mengalihkan kebiasaan buruk menatap layar gawai (dumb scrolling), sekaligus melatih fokus dan kesabaran.
RRI.CO.ID, Padang - Komunitas Papermind Club kini merangkul seluruh warga Kota Padang untuk menyalurkan kreativitas lewat seni jurnaling dekoratif yang memikat. Program acara Obrolan Komunitas di siaran RRI Pro 1 Padang menghadirkan dua anggota aktif dari komunitas tersebut untuk berbagi cerita menarik.
Dua narasumber dari Papermind Club, Hanifah Asza dan Riris Adriati Silalahi membeberkan ragam keunikan aktivitas seni memotong serta menempel hiasan. Siaran yang disiarkan di Pro 1 RRI Padang pada Jum'at, 4 September 2026 tersebut mengupas tuntas seluruh manfaat emosional dari kegiatan seni berkarya kreatif.
Sosok Kak Ifah yang bekerja bolak-balik Painan menuju Padang mengaku sudah menyukai seni gunting kertas sejak sekolah dasar. Ia baru mulai menggeluti hobi jurnaling dekoratif secara amat serius setelah mengikuti sebuah lokakarya pada bulan November 2023.
Pengalaman indah masa perkuliahan di Lampung menjadi inspirasi utama baginya untuk merangkai foto kenangan bersama para sahabat tercinta. "Kegiatan memotong dan menempel kertas ini menjadi sarana pemulihan jiwa yang memang sangat menyenangkan sekali," ujar Kak Ifah.
Sementara itu Kak Riris merupakan seorang pekerja handal berlatar belakang pendidikan di bidang arsitektur dari Kota Medan, Sumatra Utara. Kemampuan dalam memahami tekstur garis maupun komposisi warna membuatnya sangat cepat beradaptasi dengan gaya jurnaling bernuansa estetis klasik.
Kepindahannya ke Kota Padang pada tahun 2022 sempat memicu rasa canggung sebelum akhirnya menemukan wadah berkarya yang pas. Ia baru mulai mengeksplorasi kembali hobi lamanya tersebut pada tahun 2024 demi mengatasi tekanan beban kejenuhan kerja harian.
Sangat berbeda dari jurnaling biasa yang dipenuhi tulisan panjang, aliran dekoratif ini lebih mengandalkan kekuatan estetika visual kaya. Para anggota kerap kali memanfaatkan potongan foto lama, stiker unik, hingga teknik membakar tepi kertas demi kesan antik.
Setiap anggota dalam komunitas memiliki preferensi karakter warna yang khas, mulai dari nuansa alam hingga warna cerah menyala. "Gaya jurnaling saya pribadi lebih mengusung tema bernuansa estetika klasik dengan dominasi warna bumi," kata Kak Riris menjelaskan.
Pertemuan rutin bulanan dari komunitas ini selalu saja diisi dengan agenda seru saling menukar koleksi stiker hiasan melimpah. Aktivitas yang sangat sederhana tersebut terbukti ampuh menghemat biaya belanja perlengkapan seni bagi seluruh anggota yang ikut hadir.
Komunitas Papermind Club berhasil menciptakan ruang aman tanpa ada prasangka bagi siapa saja yang ingin mencurahkan isi hati. Setiap sesi kumpul bersama yang sebenarnya dijadwalkan berlangsung selama 2 jam bahkan sering membengkak hingga mencapai 5 jam.
Kegiatan merangkai kertas dekoratif ini terbukti bisa menjadi alternatif sangat sehat untuk mengurangi kebiasaan buruk menatap layar gawai. Proses pengolahan seni visual melatih kesabaran serta ketelitian mata dalam menyusun setiap elemen hiasan secara rapi nan berestetika.
Manfaat psikologis dari seni jurnaling dekoratif sangat membantu mengendalikan luapan emosi negatif saat menghadapi tekanan beban hidup sehari-hari. Komunitas Papermind Club akan terus membuka pintu dengan lebar bagi warga Padang yang ingin bergabung mencari teman baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....