Papermind Club Padang Ajak Pendengar Merawat Jiwa Melalui Aktifitas Jurnaling

  • 08 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Jurnaling menjadi sarana melepaskan beban emosi, meredakan kecemasan, serta menyalurkan perasaan (gundah gulana) tanpa rasa takut dihakimi.
  • Menulis manual di atas kertas efektif mengurangi ketergantungan pada layar ponsel (screen time).
  • Menulis manual dinilai lebih aman dibandingkan meluapkan emosi secara liar di media sosial yang berisiko memicu konflik atau pelanggaran UU ITE.

RRI.CO.ID, Padang - Program Obrolan Komunitas Pro 1 Padang kembali menghadirkan salah satu komunitas produktif yang eksis di Kota Padang. Program siaran yang digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026 menghadirkan dua pendiri Komunitas Papermind Club yang membagikan kisah inspiratif seputar kegiatan budaya jurnaling.

Nurul Fadilah serta Azarin Nudar yang hadir di studo Pro 1 RRI Padang, merupakan penggagas dari komunitas jurnaling Padang. Kedua alumni program studi psikologi tersebut menceritakan awal mula pembentukan ruang berkumpul bagi para pecinta seni menulis manual.

Nama Papermind Club sendiri dipilih secara sederhana karena kegiatan jurnaling sangat identik dengan lembaran kertas dan olah pikiran. Azarin Nudar yang akrab dipanggil Arin mengungkapkan bahwa ide mendirikan komunitas ini berawal dari kebiasaan menulis bersama sewaktu mereka berdua menyelesaikan tugas skripsi.

Aktivitas menulis harian menjadi sarana meluapkan beban emosi serta meredakan rasa cemas tanpa perlu takut dihakimi orang lain. Ia menyebutkan bahwa saat merasa gundah gulana, seseorang cukup mengambil kertas lalu menumpahkan seluruh isi perasaannya ke tulisan.

Selain sebagai wadah meredakan stres harian menulis manual di atas kertas juga berfungsi efektif mengurangi ketergantungan layar ponsel. Nurul Fadilah yang dipanggil Nurul itu menjelaskan bahwa momen jurnaling menjadi waktu istirahat yang tepat untuk melepaskan diri dari paparan tinggi layar gawai.

Komunitas yang dirintis sejak Oktober 2025 ini membagi aktivitas jurnaling ke dalam beberapa jenis seperti buku diari harian. Beberapa anggota juga menggemari bentuk bullet journaling untuk agenda kerja harian serta travel journaling guna mencatat perjalanan wisata.

Meski tergolong baru, komunitas ini sudah merangkul sebanyak 23 anggota aktif yang didominasi oleh para pekerja serta mahasiswa. Setiap satu bulan sekali pengurus menggelar sesi kumpul tatap muka secara rutin di berbagai kafe favorit yang ada di Kota Padang.

Guna menjaga kehangatan suasana kumpul, kuota peserta tatap muka sengaja dibatasi maksimal 12 orang dalam tiap sesi pertemuan. Pertemuan bulanan tersebut menjadi ajang merangkai cerita sekaligus sebuah wadah bertukar ide mengenai beragam pilihan tema tulisan menarik.

Seorang pendengar bernama Theo dari Magelang, Jawa Tengah ikut melayangkan pertanyaan mengenai cara mengukur tingkat kepuasan para anggota. Arin menanggapi bahwa pengurus selalu membagikan formulir evaluasi digital pasca acara demi menyerap masukan perbaikan untuk kegiatan berikutnya.

Melalui perbincangan udara tersebut Nurul berharap Papermind Club dapat terus bertahan lama serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Banyak figur publik dunia serta tokoh besar yang membuktikan bahwa karya besar mereka berawal dari catatan harian sederhana.

Masyarakat yang ingin mencoba pengalaman jurnaling dapat mendaftarkan diri secara mudah lewat akun Instagram resmi komunitas yaitu papermindclub. Rekaman siaran Obrolan Komunitas ini dapat disaksikan kembali pada kanal akun YouTube resmi milik RRI Pro 1 Padang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....