Melek Literasi Bersama Komunitas Rumah Baca

  • 29 Jun 2026 21:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kehadiran komunitas rumah baca menjadi salah satu upaya nyata dalam menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, rumah baca tidak hanya menyediakan akses terhadap buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, bermain, dan berinteraksi yang mendorong minat baca sejak usia dini.

Menurut Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, pembiasaan membaca sejak dini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kecakapan literasi anak. Karena itu, keterlibatan keluarga dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan.

Salah satu komunitas yang aktif menggerakkan literasi adalah Komunitas Rumah Cahaya. Melalui berbagai kegiatan edukatif, komunitas ini berupaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan agar anak-anak tertarik datang dan mengenal buku lebih dekat.

Anggota Komunitas Rumah Cahaya, Dila Yusnia, mengatakan bahwa tantangan membangun minat baca anak saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu karena banyaknya pilihan hiburan digital.

"Kalau anak-anak zaman dulu itu dikasih buku mereka sangat senang, apalagi buku-buku yang bergambar, berwarna-warni. Tapi kalau untuk sekarang memang kita dari rumah baca harus membuat sebuah kegiatan yang terlihat wow agar mereka datang duluan, harus menarik," ujar Dila.

Menurutnya, berbagai aktivitas kreatif seperti mendongeng, permainan edukatif, kelas seni, hingga kegiatan luar ruangan menjadi cara yang efektif untuk menarik minat anak. Setelah mereka datang dan merasa nyaman, barulah kebiasaan membaca dapat ditumbuhkan secara perlahan.

Dila juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membangun budaya literasi di rumah. Menurutnya, kebiasaan membaca tidak cukup hanya dibentuk di sekolah atau rumah baca, tetapi perlu didukung oleh lingkungan keluarga.

"Untuk para orang tua, mulailah dari sekarang untuk mengajarkan anaknya membaca buku dan fasilitasi mereka dengan buku-buku bacaan. Insyaallah nanti setelah mereka membaca buku akan ada manfaatnya tersendiri," katanya.

Budaya membaca yang ditanamkan sejak dini diyakini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membantu anak mengembangkan imajinasi, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang lebih baik. Dukungan orang tua, sekolah, dan komunitas menjadi fondasi penting agar literasi dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, rumah baca diharapkan terus menjadi ruang yang ramah bagi anak-anak untuk belajar dan berkarya. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang gemar membaca, budaya literasi di Indonesia diharapkan semakin kuat dan mampu melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....