Rahasia di Balik Secangkir Kopi Susu Gula Aren yang Tak Pernah Bosan Dicari
- 26 Mei 2026 12:52 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang — Es kepal milo, boba, dan berbagai tren minuman kekinian datang lalu pergi silih berganti. Namun, racikan kopi susu gula aren tetap bertahan menjadi idola masyarakat Indonesia hingga hari ini.
Minuman ini memadukan rasa pahit kopi, gurihnya susu, dan legitnya pemanis tradisional. Kombinasi tersebut menghasilkan rasa familier yang sangat cocok dengan lidah sebagian besar masyarakat.
Pakar kuliner menyebutkan bahwa daya tarik utama minuman ini terletak pada jenis pemanisnya. Gula aren memiliki aroma khas karamel alami yang tidak dimiliki oleh gula pasir putih biasa.
Selain rasa yang memikat, aspek kesehatan juga sering menjadi alasan konsumen memilih menu ini. Banyak orang menganggap pemanis tradisional ini jauh lebih aman daripada pemanis buatan lainnya.
Melansir dari laman kesehatan Alodokter, gula aren memang memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah. Hal itu membuat penyerapan gula ke dalam darah penikmatnya menjadi lebih lambat.
Situs tersebut juga menyatakan bahwa jenis pemanis ini mengandung kalium, zat besi, dan antioksidan. Walakin, manfaat nutrisi tersebut akan hilang jika masyarakat mengonsumsinya secara berlebihan setiap hari.
Terkait kandungan gizi, masyarakat perlu memperhatikan asupan kalori total dari segelas minuman manis ini. Berdasarkan data dari FatSecret, satu porsi es kopi susu gula aren rata-rata mengandung 150 hingga 220 kalori.
Jumlah kalori itu bervariasi tergantung pada takaran susu full cream dan sirup aren yang digunakan. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan konsumen untuk selalu membatasi frekuensi konsumsinya.
Gaya hidup modern yang dinamis turut mendorong popularitas minuman kopi susu lokal ini terus meroket. Kedai kopi modern di berbagai sudut kota kini selalu menyediakan menu wajib tersebut untuk pelanggan.
Sensasi dingin dan manisnya dinilai ampuh mengembalikan energi pekerja di tengah padatnya aktivitas harian. Kopi susu gula aren pun sukses bertransformasi dari sekadar tren menjadi sebuah budaya baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....