Ikan Sapu-sapu Menginvasi Perairan Indonesia

  • 25 Apr 2026 14:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ikan sapu-sapu kini menjadi sorotan publik di Indonesia, khususnya di kalangan pengguna media sosial. Perhatian ini muncul akibat gerakan seorang kreator konten yang mengajak masyarakat membasmi ikan tersebut yang juga dikenal sebagai pleco.

Melalui platform Instagram, Arief Kamarudin mendokumentasikan aktivitas eksplorasinya di Sungai Ciliwung untuk menangkap ikan sapu-sapu. Sungai yang melintasi Bogor, Depok, dan Jakarta itu tidak hanya tercemar sampah, tetapi juga mengalami lonjakan populasi ikan invasif tersebut.

Arief menunjukkan betapa mudahnya menemukan ikan sapu-sapu setiap hari, baik dengan tangan kosong maupun menggunakan jala. Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah terkait sifat invasif ikan tersebut yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

Ikan sapu-sapu merupakan spesies yang berasal dari Amerika Selatan. Keberadaannya di Indonesia merupakan dampak dari perdagangan internasional sebagai ikan hias.

Ikan ini banyak diminati karena kemampuannya membersihkan alga dan lumut di akuarium. Hal tersebut membuat akuarium terlihat lebih bersih sehingga meningkatkan popularitasnya di kalangan penghobi.

Namun, ikan sapu-sapu dapat tumbuh hingga ukuran 12 hingga 24 inci sehingga tampak mendominasi dan mengganggu estetika akuarium. Akibatnya, sebagian pemilik memilih membuangnya ke sungai tanpa mempertimbangkan dampak ekologis yang ditimbulkan.

Secara biologis, ikan sapu-sapu tergolong omnivora karena tidak hanya memakan alga. Ikan ini juga mengonsumsi sumber makanan yang menjadi bagian rantai makanan ikan lokal, termasuk telur ikan.

Permasalahan utama di Indonesia adalah minimnya predator alami bagi ikan sapu-sapu, ditambah dengan tekstur tubuhnya yang keras dan kemampuan berkembang biak yang cepat. Kondisi ini memperparah kerusakan ekosistem karena populasinya sulit dikendalikan serta hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh manusia.

Fenomena ini perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun regulasi terkait perdagangan dan pengelolaan ikan hias impor. Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih memahami dampak pelepasan spesies asing terhadap keseimbangan flora dan fauna perairan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....