"Clayface", ketika Wajah Menjadi Monster
- 05 Okt 2026 22:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Bagaimana jika kehilangan wajah bukan akhir dari mimpi, melainkan awal dari mimpi buruk yang tidak bisa dihentikan? Pertanyaan itulah yang menjadi pintu masuk "Clayface", film terbaru DC Studios yang dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 21 Oktober 2026. Berbeda dari kisah superhero yang biasanya mengandalkan aksi dan pertarungan, film arahan James Watkins ini membawa karakter Gotham ke wilayah horor dan thriller, dengan tubuh manusia menjadi sumber ketakutan sekaligus misteri.
Tokoh utamanya adalah Matt Hagen, diperankan Tom Rhys Harries, seorang aktor Hollywood yang sedang berada di titik penting dalam kariernya. Semuanya berubah setelah sebuah tindakan brutal dari bos kriminal lokal membuat wajahnya mengalami kerusakan parah, hingga orang-orang yang sebelumnya berada di sekelilingnya perlahan meninggalkannya. Dalam kondisi terpuruk, Matt kemudian mencari sebuah pengobatan mutakhir yang diharapkan mampu mengembalikan penampilannya seperti semula.
Namun, kesembuhan yang diharapkan justru membuka pintu menuju sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Perawatan tersebut memang mengembalikan wujud Matt, tetapi secara tak terduga memengaruhi tubuh dan persepsinya terhadap kenyataan, hingga ia perlahan berubah menjadi sosok yang tidak lagi sepenuhnya manusia. Di sinilah "Clayface" menawarkan pendekatan body horror: ketakutan bukan hanya datang dari monster yang muncul di depan mata, tetapi dari tubuh sendiri yang berubah tanpa bisa dikendalikan.
Perubahan Matt juga membawa persoalan yang lebih dalam daripada sekadar penampilan fisik. Film ini mengeksplorasi kehilangan identitas, kemanusiaan, cinta yang merusak, serta sisi gelap ambisi ilmiah ketika keinginan untuk memperbaiki sesuatu justru menghasilkan konsekuensi yang tidak terduga. Naomi Ackie berperan sebagai Caitlyn Corr, ilmuwan yang berkaitan dengan pengobatan Matt, sementara David Dencik, Max Minghella, Eddie Marsan, Nancy Carroll dan Joshua James turut memperkuat jajaran pemerannya.
Menariknya, "Clayface" sendiri bukan karakter baru dalam dunia DC. Karakter ini pertama kali muncul dalam Detective Comics #40 pada 1940 dan dalam sejarah komik, nama ini pernah digunakan oleh beberapa karakter berbeda, versi yang dipilih film ini adalah Matt Hagen. Karena itu, film tersebut tidak sekadar memperkenalkan monster baru, tetapi mengolah salah satu karakter klasik Gotham melalui kisah asal-usul yang lebih gelap dan berfokus pada perubahan manusia menjadi sesuatu yang sulit lagi dikenali.
Di balik kamera, "Clayface" mempertemukan sutradara James Watkins dengan penulis Mike Flanagan dan Hossein Amini, sementara cerita dasarnya dikembangkan Flanagan berdasarkan karakter DC. Produksinya melibatkan Matt Reeves, Lynn Harris, James Gunn dan Peter Safran, dengan musik digubah Volker Bertelmann; film ini akan didistribusikan Warner Bros. Pictures dan memulai perilisan internasional pada 21 Oktober 2026. Jika biasanya wajah menjadi identitas seseorang, "Clayface" justru mengajak penonton melihat apa yang terjadi ketika wajah, tubuh, dan bahkan rasa kemanusiaan perlahan tidak lagi bisa dikendalikan oleh pemiliknya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....