Orang Terkuat Menjadi Ancaman bagi Dunia
- 05 Okt 2026 01:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Apa jadinya jika orang yang merasa mampu menyelamatkan dunia ternyata justru menjadi penyebab bencana yang mengancamnya? Pertanyaan itulah yang menjadi pusat Digger, film terbaru sutradara peraih Oscar Alejandro G. Iñárritu. Pada film ini, Tom Cruise memerankan seorang pengusaha minyak dengan kekuasaan luar biasa. Film produksi Legendary Pictures dan TC Productions ini resmi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2026, dengan durasi 129 menit dan klasifikasi Dewasa 17 Tahun menurut Lembaga Sensor Film.
Tom Cruise memerankan Digger Rockwell, pemilik anjungan minyak di Greenland yang menghasilkan ribuan barel minyak setiap hari. Kekayaan dan pengaruh membuat Digger terbiasa berada di posisi sebagai orang yang mengendalikan keadaan, sampai sebuah kabar tentang kebocoran gas metana di anjungan miliknya mengubah segalanya. Persoalan lingkungan yang awalnya mungkin terlihat sebagai masalah teknis perlahan berkembang menjadi ancaman yang jauh lebih besar, memaksa Digger berhadapan dengan konsekuensi dari apa yang telah ia bangun.
Yang membuat film ini menarik adalah cara Iñárritu menempatkan karakter utamanya di tengah paradoks besar. Digger adalah orang yang memiliki sumber daya, kekuasaan, dan keyakinan bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi pada saat yang sama bencana tersebut berkaitan dengan aktivitas yang ia jalankan sendiri. Situs resmi film menggambarkan ceritanya sebagai perjalanan seorang manusia yang berusaha membuktikan dirinya sebagai penyelamat umat manusia sebelum bencana yang ia lepaskan menghancurkan semuanya.
Di balik skala ceritanya yang besar, Digger juga membawa tema yang tercatat secara resmi oleh LSF: keserakahan manusia dan kehancuran lingkungan. Karena itu, film ini tidak hanya berdiri sebagai tontonan komedi-drama tentang seorang taipan minyak yang menghadapi krisis, tetapi juga mempertemukan ambisi manusia dengan konsekuensi terhadap lingkungan. Menariknya, LSF justru mengategorikannya sebagai komedi, sehingga persoalan besar tentang kekuasaan, keserakahan, dan bencana disampaikan melalui pendekatan yang tidak sepenuhnya gelap atau serius.
Dari sisi produksi, film ini mempertemukan Iñárritu dengan sejumlah kolaborator papan atas. Skenario ditulis Iñárritu bersama Alexander Dinelaris, Nicolás Giacobone, Sabina Berman, dan Jez Butterworth, sementara sinematografi dipercayakan kepada Emmanuel Lubezki, editor yang tercatat antara lain Stephen Mirrione dan Stephen O’Connell, serta musik digarap Cosmo Sheldrake. Di depan kamera, Cruise berbagi panggung dengan Riz Ahmed, Sandra Hüller, John Goodman, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons.
Pada akhirnya, Digger bukan sekadar cerita tentang orang kaya yang menghadapi bencana. Film ini menempatkan seorang manusia yang terbiasa menguasai keadaan dalam situasi ketika alam dan konsekuensi tindakannya tidak bisa begitu saja dikendalikan dengan uang atau kekuasaan. Dengan perpaduan komedi dan drama, serta tema tentang keserakahan manusia dan kerusakan lingkungan, film terbaru Iñárritu ini membawa pertanyaan yang cukup menggelitik: ketika seseorang merasa dirinya adalah penyelamat dunia, bagaimana jika dunia justru harus diselamatkan dari dirinya sendiri? Digger hadir di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....