Film 3726 MDPL: Cinta dan Luka di Puncak Rinjani

  • 30 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Bagi pembaca novel yang gemar dengan kisah cinta, persahabatan, kehidupan kampus, dan petualangan mendaki gunung, film 3726 MDPL menjadi salah satu film Indonesia yang menarik untuk dinantikan pada akhir 2026. Film produksi Falcon Pictures ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Nurwina Sari.

Ceritanya berpusat pada Rangga Raja, mahasiswa Fakultas Kehutanan yang memiliki kegemaran mendaki gunung, dan Andini Hangura, mahasiswi berprestasi yang masih menyimpan cerita dari masa lalunya.

Karakter Rangga Raja diperankan oleh Abun Sungkar, sementara Callista Arum dipercaya memerankan Andini Hangura. Keduanya menjadi pusat cerita yang mempertemukan romansa dengan perjalanan kehidupan anak muda. Film ini disutradarai Fajar Bustomi dengan Nurwina Sari sebagai penulis cerita aslinya.

Sebelum hadir sebagai novel, kisah 3726 MDPL lebih dahulu dikenal melalui format Alternate Universe (AU) yang dibagikan di media sosial dan kemudian berkembang menjadi novel. Popularitas cerita tersebut membuat adaptasi ke layar lebar menjadi kabar yang cukup dinantikan oleh pembacanya.

Menariknya, proses produksi film juga membawa pemain ke lokasi yang berkaitan langsung dengan cerita. Abun Sungkar dan Callista Arum diketahui melakukan pengambilan gambar di Gunung Rinjani dan membagikan momen di kawasan puncak dengan papan bertuliskan “Summit Rinjani 3726 MDPL”.

Daya tarik film 3726 MDPL tidak hanya terletak pada kisah hubungan Rangga dan Andini. Cerita aslinya juga membawa tema tentang masa lalu, luka emosional, kesabaran, serta proses seseorang dalam menerima kenyataan.

Selain romansa, film ini juga membawa latar kehidupan mahasiswa. Sebagian proses syuting dilakukan di Universitas Brawijaya Malang. Menariknya, produksi film melibatkan mahasiswa kampus tersebut sebagai pemeran pendukung maupun dalam sejumlah aktivitas di balik layar.

Kehadiran latar kampus membuat cerita terasa lebih dekat dengan kehidupan anak muda. Sementara adegan pendakian memberikan warna petualangan sekaligus kesempatan bagi film untuk menampilkan lanskap alam Indonesia.

Film ini juga menyisakan rasa penasaran mengenai bagaimana akhir cerita akan disajikan. Hingga informasi yang tersedia saat ini, belum ada kepastian apakah film akan mempertahankan ending novel secara utuh atau menghadirkan penyesuaian untuk kebutuhan layar lebar. Film produksi Falcon Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....