Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?, Ibu Ajarkan Cara Menjalani Dunia
- 05 Sep 2026 20:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang : Ada satu pertanyaan yang mungkin terdengar sederhana, tetapi bisa terasa begitu berat ketika seseorang benar-benar harus menghadapinya: bagaimana hidup akan berjalan ketika ibu tidak lagi berada di sisi kita? Pertanyaan itulah yang menjadi jantung Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?, film keluarga terbaru produksi Falcon Pictures yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026. Disutradarai Herwin Novianto, film ini mengangkat hubungan seorang ibu dan putrinya dengan sentuhan drama yang emosional, sekaligus mengajak penonton melihat arti kasih sayang melalui hal-hal kecil yang sering dianggap biasa. Film ini merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Wedding Dress yang dirilis pada 2010.
Kisahnya berpusat pada Desi, seorang ibu tunggal yang diperankan Marsha Timothy, dan putrinya, Rere, yang dimainkan oleh Fara Shakila Simatupang. Desi bekerja sebagai perancang gaun pengantin dan menjalani kehidupan sederhana bersama putri semata wayangnya. Hubungan mereka digambarkan dekat, hangat, dan penuh momen-momen kecil yang menunjukkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam kehidupan anak. Namun, kebahagiaan tersebut berubah ketika Desi mengetahui bahwa waktunya tidak lagi panjang. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, ia memilih menggunakan sisa waktunya untuk mempersiapkan Rere menghadapi kehidupan tanpa dirinya.
Di sinilah film mulai memainkan emosi penonton dengan cara yang lebih personal. Desi tidak sekadar ingin meninggalkan kenangan indah untuk Rere, tetapi juga berusaha membekali putrinya dengan kemampuan untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Berbagai hal yang sebelumnya mungkin terlihat sepele perlahan mendapatkan makna baru karena semuanya menjadi bagian dari persiapan menghadapi sebuah perpisahan. Sementara itu, Rere juga harus menghadapi kenyataan yang terlalu berat untuk seorang anak: menerima kemungkinan bahwa orang yang selama ini menjadi tempat pulang tidak akan selamanya berada di sana. Konflik antara keinginan untuk tetap bersama dan kenyataan bahwa waktu terus berjalan menjadi salah satu sumber kekuatan emosional film ini.
Menariknya, Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? tidak berhenti pada kisah fiksi antara Desi dan Rere. Falcon Pictures justru mencoba membuat hubungan antara cerita film dan kehidupan penonton menjadi lebih dekat melalui sebuah kampanye bertema “Apa Jadinya Aku Tanpa Ibu?”. Masyarakat diajak mengunggah foto bersama ibu atau foto sang ibu beserta cerita singkat mengenai sosok tersebut. Dari unggahan yang masuk, sebanyak 100 foto akan dipilih untuk ditampilkan pada bagian akhir film. Gagasan ini membuat penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan kisah orang lain, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membawa kisah tentang ibu mereka sendiri ke dalam pengalaman menonton.
Selain Marsha Timothy dan Fara Shakila, film ini diperkuat oleh Praz Teguh, Ivan Gunawan, Sara Wijayanto, Kiki Narendra, Queen, Papham, Haruka Nakagawa, dan Kinaryosih. Kehadiran para pemain tersebut memberikan warna tambahan bagi drama keluarga yang menjadi fokus utama cerita. Di balik layar, Herwin Novianto kembali bekerja sama dengan Falcon Pictures setelah sebelumnya terlibat dalam proyek remake Kang Mak dan Shutter. Sementara skenarionya tercatat ditulis oleh Alim Sudio, dengan Frederica, HB Naveen, dan Dallas Sinaga terlibat dalam jajaran produksi.
Pada akhirnya, Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? bukan sekadar film tentang kehilangan seorang ibu. Film ini berbicara tentang cinta yang tetap bekerja bahkan ketika seseorang tahu dirinya tidak akan selamanya hadir. Desi berusaha mempersiapkan Rere bukan karena ingin menjauh darinya, melainkan karena ia mencintainya terlalu dalam untuk membiarkan putrinya tidak siap menghadapi dunia. Itulah yang membuat kisah ini terasa dekat: terkadang kasih sayang seorang ibu hadir bukan dalam kata-kata besar, tetapi dalam usaha diam-diam untuk memastikan anaknya tetap mampu tersenyum ketika dirinya sudah tidak ada. Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? akan hadir di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dan mungkin setelah menontonnya, pertanyaan paling sulit bukanlah bagaimana jika kita kehilangan ibu, melainkan sudahkah kita mengatakan kepada ibu bahwa kita menyayanginya?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....