Taboo: The Silent Day — Empat Turis Melanggar Pantangan Nyepi, Teror dari Pulau Dewata

  • 31 Agt 2026 19:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bali biasanya identik dengan pantai, pura, dan keindahan alam yang membuat wisatawan ingin kembali. Namun, Taboo: The Silent Day justru mengajak penonton melihat sisi Bali yang jauh lebih sunyi dan mencekam. Film horor hasil kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan ini menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai latar utama sebuah kisah tentang pantangan sakral, rasa hormat terhadap tradisi, dan teror yang muncul setelah batas-batas tersebut dilanggar. Disutradarai Park Kyung-Kun, film berdurasi 71 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026 dengan klasifikasi Dewasa 17 Tahun.

Cerita mengikuti empat wisatawan asal Korea Selatan, yaitu Tae-Pyong, Bitna, Yunchae, dan Dana, yang datang ke Bali bersama pemandu mereka, Nova. Liburan yang awalnya dipenuhi rasa penasaran terhadap keindahan Pulau Dewata mulai berubah ketika Tae-Pyong secara tidak sengaja memecahkan sebuah wadah kecil berisi sesembahan di kawasan suci saat mereka mengunjungi Monkey Forest di Ubud. Kesalahan tersebut ternyata bukan perkara sepele. Setelah kejadian itu, rombongan mulai mengalami serangkaian kejadian aneh yang perlahan membawa mereka semakin dekat dengan sesuatu yang tidak kasatmata.

Situasi menjadi semakin buruk ketika mereka mulai melanggar empat pantangan sakral selama Hari Raya Nyepi. Dalam dunia film ini, pelanggaran tersebut bukan sekadar tindakan tidak menghormati aturan adat, tetapi seperti membuka pintu bagi teror yang sebelumnya tersembunyi. Salah satu kejadian penting terjadi ketika Bitna terpisah dari kelompok saat menyaksikan parade Ogoh-Ogoh. Ketika teman-temannya berusaha mencarinya, mereka justru terseret lebih jauh ke dalam rangkaian kejadian mengerikan. Semakin mereka mencoba mencari jalan keluar, semakin sulit pula membedakan antara kebetulan, kutukan, dan kekuatan yang memang sengaja memburu mereka.

Yang membuat Taboo menarik bukan cuma sosok menyeramkan yang mengintai para karakter, tetapi bagaimana film menggunakan keheningan Nyepi sebagai sumber ketegangan. Nyepi sendiri merupakan momen ketika aktivitas di Bali dihentikan sebagai bagian dari refleksi dan penyucian diri. Film kemudian membalik suasana damai tersebut menjadi sebuah arena horor: ketika pulau mulai sunyi, para karakter justru tidak bisa bersembunyi dari apa yang mengikuti mereka. Dalam materi konsep film, empat larangan Nyepi bahkan menjadi elemen penting yang berkaitan dengan perubahan perilaku para karakter, seolah setiap pantangan yang dilanggar membawa mereka semakin jauh dari kemanusiaan.

Dari sisi pemain, film ini juga menjadi pertemuan menarik antara aktor Indonesia dan Korea Selatan. Kwon Da-ham memerankan Tae-Pyong, sementara Choi Tae-eun, Kim Woo-rin, dan Wang Ha-jun menjadi bagian dari rombongan wisatawan Korea. Dari Indonesia, ada Della Dartyan dan Sujiwo Tejo yang memainkan karakter penting dalam cerita. LSF juga mencatat nama Ohh Jae-moo, Ro Jong Hyun, Jung Sukwon, Jeon So-min, dan Kim So-eun dalam jajaran pemeran. Kolaborasi lintas negara ini memberikan warna tersendiri sekaligus mempertemukan perspektif wisatawan asing dengan budaya lokal Bali.

Pada akhirnya, Taboo: The Silent Day menawarkan konsep horor yang cukup berbeda: bukan rumah tua, bukan sekadar kuburan, melainkan sebuah pulau yang sedang menjalani hari paling sunyinya. Ketika para turis tersebut mengabaikan batas-batas yang seharusnya dihormati, mereka harus membayar harga dari setiap kesalahan yang dibuat. Film arahan Park Kyung-Kun ini seolah mengingatkan bahwa dalam sebuah tempat yang memiliki tradisi sakral, rasa penasaran tanpa pemahaman bisa berubah menjadi petaka. Taboo akan hadir di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026, membawa satu pertanyaan yang mungkin terus terngiang setelah lampu bioskop menyala: ketika seluruh Bali memilih diam, apa yang sebenarnya sedang bergerak di dalam kegelapan?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....