Resident Evil: Malam Mengerikan di Raccoon City.

  • 31 Agt 2026 19:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Satu malam, satu pengantaran, dan sebuah kota yang berubah menjadi neraka. Itulah premis yang ditawarkan Resident Evil, film terbaru yang kembali membawa franchise horor ikonik dari dunia game Capcom ke layar lebar. Kali ini, cerita tidak meneruskan kisah film-film sebelumnya, melainkan menghadirkan sebuah cerita baru yang disutradarai Zach Cregger, sineas di balik Barbarian dan Weapons. Film produksi Columbia Pictures, Constantin Film, dan PlayStation Productions ini dijadwalkan hadir di bioskop pada September 2026, dengan tanggal rilis resmi global 18 September 2026.

Tokoh utama dalam cerita adalah Bryan, diperankan Austin Abrams, seorang kurir medis yang sama sekali tidak menyangka bahwa pekerjaannya pada malam itu akan membawanya ke dalam kekacauan mematikan. Sebuah pengantaran yang seharusnya berlangsung biasa berubah menjadi perlombaan mempertahankan hidup ketika situasi di sekelilingnya mulai runtuh. Bryan kemudian harus bergerak melewati sebuah kota yang dipenuhi ancaman dan berusaha bertahan hidup ketika semuanya berubah menjadi mimpi buruk. Menariknya, film ini tidak menjadikan karakter-karakter klasik seperti Leon S. Kennedy sebagai pusat cerita, sehingga penonton akan mengikuti sosok baru yang masuk ke dunia Resident Evil dari sudut pandang orang biasa.

Yang membuat film ini semakin menarik adalah pendekatan Zach Cregger terhadap materi sumbernya. Alih-alih membuat adaptasi langsung dari salah satu game, Cregger memilih membangun cerita orisinal di dalam semesta Resident Evil. Namun, ia tetap berusaha mempertahankan atmosfer dan “rasa bermain game” yang menjadi identitas franchise tersebut. Elemen seperti perubahan lokasi secara cepat, peningkatan persenjataan, tanaman herbal penyembuh, spray penyembuh, hingga benda-benda sederhana seperti gembok dan mesin ketik menjadi bagian dari bahasa visual film. Bahkan beberapa adegan menggunakan perspektif orang pertama untuk memberikan sensasi seolah penonton berada langsung di posisi karakter.

Bagi penggemar game, pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini menarik untuk dinantikan. Resident Evil dikenal bukan hanya karena monster dan darah, tetapi juga karena atmosfer teror, eksplorasi ruang, keterbatasan sumber daya, dan perasaan tidak pernah benar-benar aman. Cregger mengatakan pendekatannya lebih berusaha menangkap semangat dan tone permainan daripada sekadar menyalin cerita tertentu. Artinya, penonton mungkin tidak akan mendapatkan adaptasi satu banding satu dari game, tetapi bisa menemukan berbagai elemen yang terasa familiar. Film ini juga disebut membawa kembali franchise menuju akar survival horror, sebuah arah yang membuatnya terasa berbeda dari sejumlah adaptasi film sebelumnya.

Selain Austin Abrams, film ini diperkuat Zach Cherry, Kali Reis, Paul Walter Hauser, dan Johnno Wilson. Sementara di balik layar, Cregger menulis skenario bersama Shay Hatten, dengan produser seperti Robert Kulzer, Roy Lee, Miri Yoon, Carter Swan, dan Asad Qizilbash. Sony Pictures sendiri menggambarkan film ini sebagai sebuah “reinvention” terhadap franchise, sementara Constantin Film menegaskan bahwa film tersebut akan kembali ke akar horor dari game aslinya. Dengan kombinasi sutradara yang sedang mendapat perhatian besar, cerita baru, dan nama besar Resident Evil, ekspektasi terhadap film ini tentu cukup tinggi.

Pada akhirnya, Resident Evil mencoba menjawab pertanyaan yang sudah lama mengikuti franchise ini: bisakah sebuah film benar-benar membuat penonton merasakan ketakutan seperti ketika memegang controller dan tidak tahu apa yang menunggu di balik pintu berikutnya? Dengan Bryan sebagai manusia biasa yang terjebak dalam satu malam penuh kekacauan, jawabannya mungkin justru terletak pada rasa tidak berdaya tersebut. Tidak ada kepastian bahwa setiap ruangan aman, tidak ada jaminan bahwa musuh berikutnya bisa dikalahkan, dan setiap langkah bisa membawa masalah yang lebih besar. Resident Evil dijadwalkan memasuki bioskop pada September 2026, dengan perilisan resmi global 18 September 2026—sebuah malam ketika Raccoon City kembali menjadi tempat yang sebaiknya tidak dikunjungi sendirian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....