Fall 2: Deadpoint — Terjebak 3.000 Kaki di Atas Tanah, Kali Ini Tak Ada Jalan untuk Turun

  • 31 Agt 2026 19:34 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bagi mereka yang langsung lemas hanya dengan melihat ke bawah dari gedung tinggi, Fall 2: Deadpoint mungkin bukan film yang nyaman untuk ditonton. Sekuel dari film survival thriller Fall (2022) ini kembali memainkan ketakutan terhadap ketinggian, tetapi dengan lokasi dan karakter baru yang membawa situasinya ke level yang lebih ekstrem. Disutradarai oleh Michael dan Peter Spierig, film ini membawa penonton menuju Gunung Kwan di Thailand, tempat sebuah perjalanan yang seharusnya menjadi pengalaman penuh keberanian berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup. Untuk penonton Indonesia, Fall 2: Deadpoint dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 September 2026, setelah lebih dulu dirilis di Amerika Serikat pada 2 September.

Cerita berpusat pada Jax Hunter, diperankan Harriet Slater, yang masih dihantui kematian saudara perempuannya, Hunter. Dalam upaya mencari penyembuhan sekaligus menghadapi rasa kehilangan, Jax terhubung dengan Luce, sahabat Hunter yang pemberani dan diperankan Arsema Thomas. Keduanya kemudian memutuskan melakukan perjalanan ke Thailand untuk mencoba atraksi ekstrem bernama plank walk di Gunung Kwan. Namun, keberanian tersebut berubah menjadi bencana ketika longsoran batu membuat mereka terjebak di sebuah papan sempit ribuan kaki di atas permukaan tanah.

Yang membuat situasi semakin mengerikan adalah kenyataan bahwa mereka tidak sedang berada di atas menara atau bangunan yang memiliki akses turun. Mereka terjebak di ketinggian dengan ruang gerak yang sangat terbatas, sementara setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Jax bahkan harus menghadapi ketakutan terdalamnya ketika tidak ada pilihan lain selain tetap bergerak dan mencari cara untuk bertahan. Kehadiran Tom Brittney sebagai pemandu perjalanan mereka, Einar Haraldsson, turut menambah dinamika dalam situasi ekstrem tersebut. Film ini dengan sengaja membuat penonton merasakan sensasi terjebak bersama karakter, seolah-olah tidak ada tempat aman untuk sekadar menarik napas.

Menariknya, Fall 2: Deadpoint tidak hanya menjadikan ketinggian sebagai sumber ketakutan. Di balik aksi bertahan hidup, film ini juga membawa tema tentang duka, keberanian, dan usaha menghadapi rasa takut. Jax tidak hanya berjuang untuk turun dari ketinggian, tetapi juga harus berdamai dengan kehilangan saudara perempuannya. Karena itu, perjalanan ekstrem tersebut menjadi semacam ujian fisik sekaligus emosional. Jika film pertama menggunakan menara televisi setinggi sekitar 2.000 kaki sebagai arena mimpi buruk, sekuelnya mencoba membuat situasi semakin berbeda dengan menghadirkan medan pegunungan dan papan sempit yang membuat pilihan karakter terasa jauh lebih terbatas.

Dari sisi produksi, pengalaman para pemain juga tidak kalah menegangkan. Harriet Slater, Arsema Thomas, dan Tom Brittney menjalani pelatihan sebelum melakukan adegan-adegan di ketinggian. Brittney bahkan mengaku memiliki ketakutan besar terhadap ketinggian, sementara lokasi set untuk adegan tersebut dibangun sekitar 50 kaki di atas tanah dengan sistem pengaman. Thomas justru menikmati pengalaman tersebut dan melihatnya sebagai sesuatu yang membuat dirinya merasa lebih hidup. Perbedaan pengalaman para pemain ini terasa menarik karena film memang berbicara tentang bagaimana manusia menghadapi rasa takut ketika tidak punya pilihan selain terus maju.

Pada akhirnya, Fall 2: Deadpoint bukan cuma menawarkan pertanyaan “apakah mereka bisa selamat?”, tetapi juga “seberapa jauh seseorang sanggup melawan ketakutannya sendiri?”. Dengan Harriet Slater, Arsema Thomas, dan Tom Brittney sebagai pemeran utama serta Michael dan Peter Spierig di kursi sutradara, film ini kembali menjadikan ketinggian sebagai musuh yang tidak bisa dinegosiasikan. Setiap langkah, setiap gerakan, bahkan sekadar melihat ke bawah dapat berubah menjadi ancaman. Bagi penggemar survival thriller yang suka dibuat tegang sampai tangan berkeringat, film ini jelas layak masuk daftar tontonan September. Fall 2: Deadpoint akan hadir di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026—dan setelah berada ribuan kaki di atas tanah, satu pertanyaan mungkin terus menghantui penonton: kalau tidak bisa naik dan tidak bisa turun, masih adakah jalan untuk pulang?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....