Above & Below: Terjebak di Laut, Dikepung Hiu dan Kartel, Jalan Pulang Tinggal Satu

  • 31 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Liburan yang seharusnya menjadi momen bersenang-senang berubah menjadi pertarungan hidup dan mati ketika sekelompok sahabat terjebak di tengah laut. Itulah premis menegangkan yang ditawarkan Above & Below, film action-thriller terbaru arahan Jesse V.

Johnson yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 4 September 2026. Berdurasi sekitar 96 menit, film ini tidak hanya mengandalkan teror hiu, tetapi juga mempertemukan para karakternya dengan kelompok kriminal bersenjata. Hasilnya adalah situasi ekstrem ketika bahaya datang dari dua arah sekaligus: sesuatu yang mengintai di bawah permukaan laut dan musuh yang menunggu di atasnya.

Cerita berpusat pada Tatiana, diperankan Laura Marano, bersama sahabatnya Kaley yang dimainkan Christina Ochoa. Mereka dan beberapa teman lainnya pergi berlibur ke Meksiko dengan agenda menyelam di laut. Namun, suasana santai berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka disergap para kriminal di perairan terbuka. Situasi semakin rumit setelah mereka menemukan bahwa kapal yang digunakan ternyata berkaitan dengan penyelundupan kokain milik kartel. Apa yang awalnya hanya perjalanan untuk mencari kesenangan akhirnya berubah menjadi perjuangan untuk tetap hidup.

Masalah terbesar muncul ketika Tatiana dan Kaley terjebak di dalam kerangkeng hiu di bawah permukaan laut. Para anggota kartel memaksa mereka mengambil sebuah tas berisi narkoba yang berada di dasar laut. Artinya, kedua perempuan tersebut tidak hanya harus memikirkan cara menghemat oksigen, tetapi juga harus bergerak di wilayah yang dipenuhi predator. Di satu sisi ada hiu putih besar yang bisa menyerang kapan saja, sementara di sisi lain terdapat kelompok bersenjata yang tidak akan membiarkan mereka kabur begitu saja. Laut yang tadinya menjadi tempat liburan kini berubah menjadi jebakan tanpa pintu keluar.

Konsep inilah yang membuat Above & Below punya daya tarik tersendiri dibandingkan thriller hiu biasa. Film ini tidak menempatkan manusia hanya sebagai korban yang menunggu serangan predator, tetapi menambahkan konflik kriminal yang membuat setiap keputusan menjadi jauh lebih berisiko. Tatiana harus menggunakan kecerdikan dan keberaniannya untuk mencari jalan keluar sambil menghadapi keterbatasan oksigen dan ancaman yang terus bergerak di sekelilingnya. Ketegangan pun bekerja dalam dua lapisan: penonton dibuat bertanya apakah mereka akan selamat dari hiu sekaligus apakah mereka bisa lolos dari para kriminal yang memburu mereka.

Dari jajaran pemain, kehadiran Antonio Banderas sebagai Burns menjadi salah satu daya tarik utama. Film ini juga diperkuat Louis Mandylor, Timothy V. Murphy, Mario Tardón, Ramiro Alonso, Ryan Bertroche, Jess Liaudin, dan sejumlah pemeran lainnya. Dengan Jesse V. Johnson di kursi sutradara dan skenario yang ditulis Anthony Steven Giordano, film ini menggabungkan petualangan laut, aksi kriminal, serta survival thriller dalam satu cerita yang bergerak cepat. Film ini merupakan produksi Amerika Serikat dan Spanyol, dengan latar cerita yang membawa penonton ke perairan Meksiko.

Pada akhirnya, Above & Below menawarkan sebuah pertanyaan sederhana tetapi mengerikan: kalau di atas ada orang bersenjata dan di bawah ada hiu, ke mana lagi seseorang harus melarikan diri? Tatiana dan kawan-kawannya tidak punya banyak pilihan selain berpikir cepat, menghemat tenaga, dan mencari celah sebelum semuanya terlambat. Dengan perpaduan aksi, kriminal, hiu, dan survival yang berlangsung selama sekitar 96 menit, film ini cocok bagi penonton yang menyukai thriller dengan situasi terdesak dan ancaman yang datang tanpa jeda. Above & Below dijadwalkan menerjang bioskop Indonesia mulai 4 September 2026—dan kali ini, laut bukan tempat untuk mencari ketenangan, melainkan arena untuk bertahan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....