By Any Means: ketika Agen FBI dan Mafia Bersatu Memburu Pembunuh Para Pejuang

  • 31 Agt 2026 19:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ketika hukum gagal memberikan keadilan, seberapa jauh seseorang berani melangkah untuk mendapatkannya? Pertanyaan tersebut menjadi inti dari By Any Means, film drama kriminal berlatar sejarah yang membawa penonton ke Mississippi pada 1966, ketika Amerika Serikat masih berada dalam periode penuh ketegangan akibat perjuangan hak-hak sipil. Disutradarai Elegance Bratton dan ditulis Sascha Penn, film ini terinspirasi dari kisah nyata dan mempertemukan dua sosok yang seharusnya berada di sisi berlawanan: seorang agen FBI kulit hitam dan pembunuh bayaran yang memiliki hubungan dengan mafia. Di Indonesia, film berdurasi 106 menit ini dijadwalkan tayang pada 2 September 2026 dengan klasifikasi penonton 17 tahun ke atas.

Tokoh utama film ini adalah Wayne Strider, agen FBI kulit hitam yang diperankan Yahya Abdul-Mateen II. Ia mendapat tugas menyelidiki serangkaian pembunuhan brutal yang menargetkan para pemimpin gerakan hak sipil. Namun, penyelidikan tersebut membawanya ke sebuah situasi yang tidak biasa: Wayne harus bekerja bersama Greg Scarpa, tokoh mafia sekaligus pembunuh bayaran yang diperankan Mark Wahlberg. Keduanya memiliki latar belakang, prinsip, dan cara kerja yang sangat bertolak belakang. Wayne datang membawa kewenangan hukum, sementara Scarpa memiliki reputasi sebagai orang yang mampu melakukan pekerjaan kotor yang tidak mungkin disentuh aparat secara terbuka.

Kerja sama tersebut menjadi semakin berbahaya ketika jejak penyelidikan mengarah kepada anggota Ku Klux Klan, kelompok supremasi kulit putih yang menjadi bagian dari sejarah kekerasan rasial di Amerika Serikat. Di tengah suasana Mississippi yang penuh ketegangan, Wayne harus menghadapi kenyataan bahwa menjalankan hukum tidak selalu berarti mendapatkan keadilan. Sementara itu, Scarpa memiliki metode sendiri dalam menghadapi orang-orang yang dianggap sebagai ancaman. Dari sinilah film mulai memainkan dilema moral yang menarik: jika sistem tidak mampu melindungi orang yang menjadi korban, apakah melanggar aturan dapat dibenarkan demi menghentikan kejahatan?

Menariknya, By Any Means tidak hanya menjual aksi kriminal, tetapi juga membawa penonton kembali ke salah satu periode paling penting dalam sejarah perjuangan hak sipil Amerika. Cerita film berangkat dari peristiwa nyata dan menggunakan kasus pembunuhan terhadap tokoh-tokoh gerakan hak sipil sebagai latar konflik. Karena itu, ketegangan yang dibangun bukan sekadar soal siapa yang akan ditembak atau ditangkap, melainkan tentang bagaimana prasangka rasial dan kekuasaan dapat memengaruhi penegakan hukum. Film ini memperlihatkan sebuah dunia ketika seorang agen FBI harus bekerja dengan seseorang yang justru memiliki hubungan dengan dunia kriminal untuk menghadapi ancaman yang lebih besar.

Daya tarik lainnya tentu datang dari kombinasi pemerannya. Selain Yahya Abdul-Mateen II dan Mark Wahlberg, film ini menghadirkan Nicole Beharie, Josh Lucas, LisaGay Hamilton, LaChanze, Ethan Embry, David Strathairn, dan Giancarlo Esposito. Elegance Bratton, yang sebelumnya dikenal lewat The Inspection (2022), berada di kursi sutradara, sementara Sascha Penn menangani skenario. Paramount juga memosisikan film ini sebagai kisah tentang dua manusia yang memiliki perbedaan besar tetapi menemukan satu kesamaan: keyakinan bahwa ada batas yang tidak bisa diberikan oleh sistem hukum.

Pada akhirnya, By Any Means menawarkan lebih dari sekadar kisah investigasi antara agen FBI dan pembunuh mafia. Film ini mengajak penonton mempertanyakan arti keadilan ketika hukum berjalan dalam sistem yang tidak sepenuhnya adil. Wayne dan Scarpa mungkin memiliki cara yang sangat berbeda, tetapi keduanya dipaksa masuk ke perburuan yang sama demi mengungkap siapa yang berada di balik pembunuhan para pemimpin hak sipil. Dengan perpaduan drama sejarah, kriminal, misteri, dan ketegangan, film ini berpotensi menjadi tontonan yang tidak hanya membuat penonton penasaran dengan akhir kasusnya, tetapi juga memikirkan kembali harga yang harus dibayar ketika seseorang memilih mengejar keadilan dengan cara apa pun. By Any Means hadir di bioskop Indonesia mulai 2 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....