Memburu Pemangsa: Empat Jurnalis Memburu Monster yang Bersembunyi di tengah Kita
- 31 Agt 2026 19:36 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Tujuh anak menghilang, dan semakin dalam penyelidikan dilakukan, semakin mengerikan kenyataan yang ditemukan. Premis inilah yang menjadi pintu masuk Memburu Pemangsa, film terbaru Sinemaku Pictures yang mencoba mengawinkan horor, kriminal, dan aksi dalam satu perburuan penuh ketegangan. Disutradarai Umay Shahab, film ini mengikuti empat jurnalis investigasi yang berusaha membongkar kasus kriminal besar yang awalnya tampak seperti kejahatan manusia biasa. Namun, petunjuk yang mereka temukan justru mengarah pada sesuatu yang jauh lebih gelap: seorang pemangsa yang disebut bekerja sama dengan kekuatan iblis. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.
Empat jurnalis tersebut diperankan oleh Laura Basuki sebagai Agnes, Prilly Latuconsina sebagai Cia, Yasamin Jasem sebagai Anya, dan Taskya Namya sebagai Brina. Mereka bukan kelompok pemburu hantu yang tiba-tiba masuk ke dunia supranatural, melainkan para jurnalis yang awalnya menjalankan tugas investigasi. Semakin banyak bukti yang dikumpulkan, kasus penculikan anak yang mereka telusuri berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan secara logika. Bagi keempatnya, menemukan kebenaran berarti harus terus maju meski risiko yang dihadapi semakin besar. Dan ketika nyawa anak-anak menjadi taruhan, berhenti bukan lagi pilihan.
Di balik nuansa horornya, Memburu Pemangsa membawa isu yang terasa jauh lebih dekat dengan kehidupan nyata, yaitu kekerasan dan penculikan terhadap anak. Tim produksi menyebut mereka melakukan riset dan berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk memahami persoalan tersebut secara lebih mendalam sebelum mengembangkan ceritanya. Pendekatan ini membuat film tidak hanya ingin menciptakan ketakutan melalui sosok misterius atau adegan supranatural, tetapi juga menghadirkan keresahan tentang kejahatan yang dapat mengancam kelompok paling rentan. Horor dalam film ini akhirnya memiliki sumber ketakutan ganda: sesuatu yang tidak kasatmata dan kejahatan manusia yang benar-benar bisa terjadi.
Menariknya, perjalanan empat jurnalis tersebut perlahan membawa mereka ke wilayah demonologi. Materi resmi film bahkan membangun dunia ceritanya melalui sebuah portal investigasi yang memuat teori tentang kitab demonologi, tujuh nyawa, tujuh bunga, serta sebuah ritual misterius. Namun, materi tersebut juga menegaskan bahwa bagian teori demonologi merupakan elemen dalam dunia cerita film, bukan fakta. Konsep ini membuat misterinya terasa seperti potongan puzzle: semakin banyak informasi yang ditemukan, semakin besar pula pertanyaan mengenai siapa sebenarnya “Pemangsa” dan apa tujuan di balik rangkaian kejahatan tersebut.
Dari sisi pemain, film ini juga menawarkan kombinasi yang cukup menarik. Selain empat pemeran utama, Memburu Pemangsa turut menghadirkan Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman R. Akyuwen, Jordan Omar, Shareefa Daanish, dan Ruth Marini. Bagi Laura Basuki, film ini menjadi eksplorasi baru karena menandai kembalinya dirinya ke genre horor sekaligus menjadi pengalaman pertamanya bermain dalam film action. Sementara Prilly Latuconsina mengatakan ia mempersiapkan perannya dengan menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi untuk memahami dunia jurnalistik investigasi dari dekat.
Pada akhirnya, Memburu Pemangsa tampaknya ingin membuat penonton takut sekaligus berpikir. Film ini tidak sekadar bertanya siapa pelaku di balik hilangnya anak-anak, tetapi juga mengajak penonton melihat bagaimana sebuah kejahatan dapat disembunyikan di balik wajah yang tampak biasa. Empat perempuan dengan latar dan cara menghadapi masalah yang berbeda harus menyatukan keberanian mereka untuk mengejar kebenaran, sementara ancaman semakin mendekat. Dengan debut Umay Shahab di genre horror-crime-action, jajaran pemain yang kuat, serta isu perlindungan anak yang menjadi bagian penting cerita, film ini punya modal untuk menjadi salah satu horor Indonesia yang paling berbeda pada September 2026. Memburu Pemangsa akan memulai perburuannya di bioskop Indonesia pada 24 September 2026—dan kali ini, mungkin monster yang paling menakutkan bukan yang bersembunyi dalam kegelapan, melainkan yang hidup di antara kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....