Suanggi: Ilmu Kutukan — ketika Kepulangan Membuka Teror Gelap dari Tanah Timur

  • 31 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bukan sekadar rumah tua atau kuburan gelap, kali ini sumber teror datang dari sebuah kepercayaan yang telah lama hidup di Indonesia Timur. Suanggi: Ilmu Kutukan membawa mitos Suanggi ke layar lebar dengan atmosfer yang berbeda dari film horor Indonesia kebanyakan.

Diproduksi oleh Mutiara Films dan Subtube Studio, film arahan Dim Dharmo ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 10 September 2026. Berdurasi 88 menit dan mengusung genre horor serta thriller/misteri, film ini mencoba memperkenalkan sisi lain folklor Nusantara sekaligus membangun ketegangan melalui rahasia keluarga dan teror supranatural.

Cerita berpusat pada Beni, diperankan Pangeran Lantang, seorang mantan penyanyi yang kariernya gagal dan kini terlilit utang dalam jumlah besar. Setelah 13 tahun meninggalkan kampung halaman, Beni akhirnya kembali ke sebuah pulau terpencil bersama kekasihnya, Gia yang diperankan Carissa Perusset. Kepada Gia, Beni mengatakan bahwa tujuan kepulangannya adalah menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin yang sedang sakit dan diperankan Dayu Wijanto. Namun, alasan tersebut ternyata bukan seluruh kebenaran. Di balik kepulangannya, Beni menyimpan rencana lain yang berkaitan dengan harta keluarga.

Masalah mulai berubah menjadi mimpi buruk ketika kedatangan Beni justru disambut keresahan warga. Setelah bertahun-tahun pergi, kepulangannya seolah membangunkan sesuatu yang selama ini terkubur. Teror mistis mulai menyerang penduduk pulau dan membuat situasi semakin tidak terkendali. Sosok Aroba, yang diperankan Iwa K, menjadi bagian penting dari ancaman tersebut. Gia yang merasa ada sesuatu yang tidak beres kemudian mulai menyelidiki perilaku Beni. Semakin dalam penyelidikannya, semakin jelas bahwa ada rahasia kelam yang sengaja disembunyikan.

Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah keberaniannya mengangkat Suanggi, folklor yang dikenal di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua, Maluku, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi. Film ini tidak mengambil jalur horor yang terlalu familiar dengan mitos-mitos dari Jawa, tetapi mencoba membawa penonton mengenal kepercayaan dan atmosfer mistis dari kawasan timur Nusantara. Tim produksi juga melakukan riset terhadap budaya serta cerita lisan yang menjadi inspirasi film, sehingga unsur lokal tidak sekadar ditempelkan sebagai latar, tetapi menjadi bagian penting dari identitas cerita.

Menariknya, ancaman dalam Suanggi: Ilmu Kutukan bukan hanya soal makhluk gaib yang muncul untuk meneror. Film ini mempertemukan ambisi, utang, keluarga, rahasia masa lalu, dan konsekuensi dari sebuah pilihan. Beni datang dengan masalah duniawi yang sangat nyata, tetapi justru keputusan yang ia ambil membuka pintu menuju persoalan yang jauh lebih mengerikan. Di sisi lain, Gia menjadi karakter yang perlahan berusaha menyusun potongan-potongan misteri tersebut. Kombinasi konflik personal dan horor supranatural inilah yang membuat film berpotensi memberikan ketegangan dari dua arah sekaligus: apa yang dilakukan manusia dan apa yang muncul sebagai akibatnya.

Dengan jajaran pemain seperti Pangeran Lantang, Carissa Perusset, Iwa K, Dayu Wijanto, Eugenia Ervinsi Yauwalata, Yohanes Yewen, Klemes Awi, Ian Williams, dan pemain lainnya, Suanggi: Ilmu Kutukan menawarkan horor yang sekaligus membawa penonton mengenal kekayaan cerita dari Indonesia Timur. LSF memberikan klasifikasi Dewasa 21 Tahun karena film ini mengandung unsur kekerasan dan kengerian intens. Jadi, bagi penggemar horor yang mulai bosan dengan cerita mistis yang terasa itu-itu saja, film ini punya alasan kuat untuk masuk daftar tontonan. Mulai 10 September 2026, bersiaplah memasuki sebuah pulau yang menyimpan lebih dari sekadar rahasia—karena ketika kutukan sudah dilepaskan, mungkin tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan untuk pulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....