Iyus Jenius: ketika Lagu, Imajinasi dan Persahabatan Membantu Seorang Anak

  • 31 Agt 2026 16:40 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tidak semua anak yang terlihat diam sedang baik-baik saja. Ada kalanya kesedihan membuat seorang anak kehilangan semangat, kepercayaan diri, bahkan keinginan untuk mencoba kembali. Kisah seperti itulah yang dibawa Iyus Jenius, film drama musikal Indonesia yang dijadwalkan hadir di bioskop mulai 10 September 2026. Diproduksi oleh Creator Media dan disutradarai Achmad Romie, film berdurasi 83 menit ini menawarkan cerita keluarga yang hangat dengan sentuhan imajinasi dan musik. Menariknya, film ini tidak hanya ingin menghibur anak-anak, tetapi juga membawa pesan tentang keberanian untuk bangkit dan menemukan kembali potensi diri.

Tokoh utamanya adalah Iyus, diperankan oleh Kevin Abadio, seorang anak yang berubah menjadi pendiam dan pemurung setelah sang ayah meninggal dunia. Kehilangan tersebut membuat kehidupan Iyus tidak lagi sama. Sang ibu, Bubuh yang diperankan Wichita Satari, berusaha membantu anaknya keluar dari kesedihan. Namun, tidak semua luka bisa disembuhkan hanya dengan nasihat. Iyus membutuhkan sesuatu yang mampu membuatnya kembali percaya bahwa dunia masih menyimpan banyak hal menyenangkan untuk dijelajahi. Di titik inilah perjalanan unik Iyus mulai menemukan arah baru.

Kehadiran Babah T-Bob, yang diperankan Babah T-Bob, menjadi salah satu elemen paling menarik dalam film ini. Sosok tersebut digambarkan sebagai makhluk astral sekaligus teman yang selalu hadir untuk membantu Iyus menghadapi berbagai persoalan. Dalam materi promosi film, Babah T-Bob juga digambarkan sebagai sosok yang membantu Iyus melalui lagu, permainan, dan pelajaran hidup. Kehadirannya membuat cerita tidak hanya bergerak sebagai drama tentang kehilangan, tetapi berkembang menjadi petualangan penuh imajinasi yang mengajak penonton melihat dunia dari perspektif seorang anak.

Keunikan Iyus Jenius semakin terasa dari unsur musikal yang menjadi bagian penting dalam ceritanya. Film ini menghidupkan kembali lagu-lagu anak legendaris karya Papa T. Bob, sehingga ada perpaduan menarik antara nostalgia bagi orang tua dan pengalaman baru bagi generasi anak-anak sekarang. Musik tidak sekadar menjadi pelengkap adegan, tetapi digunakan sebagai bagian dari perjalanan Iyus untuk kembali berani bermimpi. Pendekatan tersebut juga membuat film terasa seperti jembatan antara dua generasi: orang tua bisa bernostalgia dengan lagu masa kecil, sementara anak-anak mendapatkan cerita baru yang dekat dengan dunia mereka.

Di balik warna cerah dan petualangan khas anak-anak, film ini sebenarnya membawa persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Iyus harus menghadapi kesepian, kehilangan rasa percaya diri, dan berbagai persoalan yang membuatnya sulit berkembang. Namun, film tidak menempatkan kesedihan sebagai akhir perjalanan. Justru dari sana Iyus perlahan belajar bahwa menjadi pintar bukan hanya soal nilai di sekolah. Keberanian untuk mencoba, kemampuan menghadapi masalah, persahabatan, dan kemauan untuk percaya pada diri sendiri juga merupakan bagian dari proses menjadi "jenius". Pesan pendidikan karakter inilah yang menjadi salah satu alasan film tersebut menarik untuk dinikmati bersama keluarga.

Dengan jajaran pemain seperti Kevin Abadio, Babah T-Bob, Brian Mahesa, Wichita Satari, dan Mireille Grimonia Purnomo, Iyus Jenius menawarkan jenis tontonan keluarga yang tidak hanya mengandalkan kelucuan atau petualangan. Film arahan Achmad Romie ini mencoba berbicara kepada anak-anak tentang kehilangan dengan bahasa yang lebih ringan: melalui musik, imajinasi, persahabatan, dan keberanian untuk bermimpi lagi. Film ini juga telah mendapat klasifikasi Semua Umur dari LSF, sehingga bisa menjadi salah satu pilihan tontonan keluarga pada September mendatang. Catat tanggalnya, 10 September 2026, karena mungkin setelah menyaksikan perjalanan Iyus, penonton kecil maupun orang dewasa akan pulang dengan satu pengingat sederhana: terkadang untuk menemukan kemampuan terbaik dalam diri kita, yang pertama harus dilakukan adalah berani percaya bahwa kita mampu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....