Agensi Rumah Tangga: saat PHK Mengubah Hidup Katia Membawanya Menemukan Keluarga
- 31 Agt 2026 16:37 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kehilangan pekerjaan bisa terasa seperti akhir dunia, apalagi ketika cicilan rumah tetap berjalan dan kebutuhan hidup tidak ikut berhenti. Namun, bagi Katia Asmaranto, PHK justru menjadi awal dari sebuah perjalanan yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan. Kisah tersebut menjadi inti dari Agensi Rumah Tangga, film drama-komedi terbaru produksi StarVision Plus yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026. Disutradarai Naya Anindita dan ditulis oleh Upi Avianto, film berdurasi 115 menit ini mengadaptasi novel berjudul sama karya Almira Bastari, menghadirkan cerita tentang perjuangan bangkit yang dibalut humor, persoalan keluarga, bisnis, dan romansa.
Katia yang diperankan Enzy Storia mendadak harus memutar otak setelah kehilangan pekerjaannya. Di tengah kewajiban membayar KPR dan tekanan dari sang ibu, Titin yang diperankan Unique Priscilla, Katia membutuhkan sumber penghasilan baru. Ide yang awalnya terdengar sederhana kemudian muncul dari persoalan seorang asisten rumah tangga bernama Bi Minah, diperankan Tike Priatnakusumah. Dari situlah Katia melihat peluang untuk membangun sebuah bisnis penyaluran asisten rumah tangga. Bukan pekerjaan yang sejak awal ia impikan, tetapi justru dari keputusan tersebut hidup Katia perlahan bergerak ke arah yang tidak pernah ia bayangkan.
Membangun agensi ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar mencarikan ART untuk para calon majikan. Katia harus menghadapi beragam karakter, persoalan klien, dinamika para pekerja yang disalurkan, sekaligus berbagai masalah dalam kehidupan pribadinya. Bersama Sashi yang diperankan Fita Anggriani Ilham, Katia mencoba membuat usaha tersebut berjalan di tengah segala kekacauan yang muncul. Perlahan, orang-orang yang awalnya hanya dianggap bagian dari bisnis justru berubah menjadi sosok-sosok yang memberikan warna baru dalam kehidupannya. Di sinilah film tersebut mencoba menawarkan perspektif bahwa pekerjaan bukan cuma soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga tentang hubungan antarmanusia.
Cerita semakin menarik ketika Katia berhadapan dengan Kafka, seorang penyanyi terkenal yang diperankan Afgansyah Reza. Kafka bukan sekadar klien biasa karena ia memiliki tuntutan tinggi dan kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan pribadi Katia. Hubungan keduanya membuka ruang untuk unsur romantis dalam cerita, tetapi juga menghadirkan dilema baru. Katia harus menentukan apa yang sebenarnya ingin ia kejar: pekerjaan yang sesuai dengan harapan sang ibu, kehidupan baru yang mulai ia bangun bersama orang-orang di agensinya, atau kemungkinan hubungan yang perlahan tumbuh dengan Kafka.
Salah satu daya tarik lain Agensi Rumah Tangga adalah deretan pemainnya yang tidak hanya berasal dari kalangan aktor, tetapi juga menghadirkan banyak komika perempuan. Film ini diperkuat nama-nama seperti Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Dea Panendra, hingga sejumlah pemeran lainnya. Kombinasi tersebut membuat sisi komedinya memiliki ruang yang besar tanpa harus menghilangkan persoalan serius yang menjadi fondasi cerita. Di balik kelucuan berbagai situasi, film ini tetap membawa isu tentang PHK, tekanan ekonomi, pekerjaan rumah tangga, hubungan antara pekerja dan majikan, serta perjuangan seseorang untuk menentukan masa depannya sendiri.
Pada akhirnya, Agensi Rumah Tangga bukan cuma cerita tentang seorang perempuan yang kehilangan pekerjaan lalu membuka bisnis baru. Film ini berbicara tentang bagaimana seseorang bisa menemukan arah hidup justru ketika rencana awalnya berantakan. Katia mungkin memulai semuanya karena membutuhkan uang untuk membayar KPR, tetapi perjalanan tersebut membuatnya bertemu dengan orang-orang yang kemudian terasa seperti keluarga. Dengan perpaduan drama, komedi, romansa, dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film arahan Naya Anindita ini menawarkan tontonan yang ringan sekaligus punya sesuatu untuk direnungkan. Agensi Rumah Tangga akan hadir di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026, membawa satu pertanyaan menarik: ketika hidup memaksa kita memulai dari nol, apakah itu benar-benar sebuah kemunduran—atau justru kesempatan untuk menemukan versi diri yang selama ini belum pernah kita kenal?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....