Munafik: Melawan Iblis saat Trauma dan Kehilangan Membuka Jalan bagi Teror

  • 31 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada kalanya teror paling mengerikan bukan datang dari sosok yang muncul di balik pintu, melainkan dari luka yang belum pernah benar-benar sembuh. Inilah yang menjadi daya tarik Munafik: Melawan Iblis, film horor religi terbaru yang dijadwalkan meneror bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Disutradarai Guntur Soeharjanto dan diproduksi oleh Unlimited Production, film berdurasi 103 menit ini menghadirkan Arya Saloka sebagai Ustaz Adam, seorang pengajar agama sekaligus praktisi ruqyah yang harus berhadapan kembali dengan dunia yang selama ini ingin ia tinggalkan.

Kisahnya bermula dari tragedi yang mengubah kehidupan Adam. Dalam perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga menghadapi gangguan iblis, ia mengalami kecelakaan maut yang merenggut nyawa istrinya, Aini. Kehilangan tersebut membuat Adam tenggelam dalam kesedihan dan trauma hingga akhirnya berhenti melakukan ruqyah. Ia memilih menjauh dari kehidupan lamanya, seolah-olah dengan meninggalkan praktik tersebut ia juga bisa meninggalkan kenangan pahit yang menghantuinya. Namun, ketenangan yang ia cari ternyata tidak berlangsung lama ketika sebuah permintaan pertolongan kembali mengetuk pintunya.

Orang yang membutuhkan bantuan itu adalah Fitri, diperankan oleh Acha Septriasa, seorang perawat sekaligus putri dari Haji Mansur yang dimainkan Donny Damara. Fitri mengalami teror gaib yang semakin sulit dikendalikan, sehingga Anwar yang diperankan Dimas Aditya meminta Adam turun tangan. Adam sempat menolak karena trauma masa lalunya, tetapi sebuah pesan dari mendiang istrinya perlahan membuatnya menemukan alasan untuk kembali melakukan ruqyah. Dari sinilah persoalan yang awalnya terlihat seperti gangguan makhluk gaib mulai berubah menjadi misteri yang jauh lebih dalam.

Yang menarik, Munafik: Melawan Iblis tidak hanya menjadikan kerasukan dan penampakan sebagai sumber ketakutan. Film ini juga menempatkan persoalan kehilangan, rasa bersalah, keikhlasan, serta krisis keimanan sebagai bagian penting dari cerita. Trailer yang dirilis pada Agustus 2026 memperlihatkan Fitri menghadapi teror yang semakin brutal, sementara Adam harus berhadapan dengan konflik batinnya sendiri. Dengan kata lain, pertarungan melawan iblis di film ini bukan hanya terjadi di luar diri Adam, tetapi juga berlangsung di dalam pikirannya sendiri.

Film ini memang merupakan remake resmi dari Munafik (2016) karya Syamsul Yusof dari Malaysia, tetapi tim produksi Indonesia berusaha memberikan identitas tersendiri. Guntur Soeharjanto membawa cerita tersebut lebih dekat dengan kultur dan kehidupan masyarakat Indonesia. Proses produksinya pun memiliki sejumlah cerita menarik. Arya Saloka dan Dimas Aditya disebut mempelajari kembali bacaan Al-Qur'an dari Iqro untuk kebutuhan adegan ruqyah, sementara produksi menghentikan proses syuting ketika azan berkumandang. Pendekatan tersebut memperlihatkan keseriusan tim dalam membangun nuansa horor religi yang terasa lebih meyakinkan.

Dengan jajaran pemain seperti Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Widi Dwinanda, Donny Damara, Nova Eliza, dan Faqih Alaydrus, Munafik: Melawan Iblis menawarkan horor yang tidak berhenti pada urusan menakut-nakuti penonton. Film ini mengajak penonton melihat bagaimana seseorang yang kehilangan arah bisa kembali dipaksa berhadapan dengan keyakinannya sendiri ketika ancaman datang semakin dekat. Misteri mengenai Fitri, rahasia di balik teror, dan masa lalu Adam menjadi alasan kuat untuk menantikan jawabannya di layar lebar. Jadi, kalau biasanya film horor membuat kita takut mematikan lampu, kali ini mungkin yang lebih menakutkan adalah pertanyaan tentang seberapa kuat seseorang bertahan ketika keimanannya sendiri mulai diuji. Munafik: Melawan Iblis tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....