Bapakmu Kiper: saat Ayah yang Dianggap Gagal Harus Menyelamatkan Mimpi Sang Anak

  • 31 Agt 2026 16:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sepak bola tarkam biasanya identik dengan lapangan sederhana, sorakan warga, dan pertandingan yang jauh dari gemerlap stadion profesional. Namun, di balik keseruannya, Bapakmu Kiper justru menyelipkan cerita tentang keluarga, luka masa lalu, dan kesempatan kedua. Film drama olahraga produksi Entelekey Sinema Indonesia ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026. Disutradarai Ody C. Harahap, film berdurasi 90 menit ini menghadirkan perpaduan drama keluarga, komedi, dan sepak bola akar rumput dengan Fedi Nuril dan Ali Fikry sebagai pemeran utama.

Tokoh utama film ini adalah Ronaldhino Sujatmiko alias Dino, remaja 18 tahun yang punya ambisi besar menjadi pesepak bola profesional. Dino diperankan oleh Ali Fikry, sementara ayahnya, Warto, dimainkan oleh Fedi Nuril. Masalahnya, hubungan keduanya sudah lama renggang. Selama tujuh tahun, Dino menyimpan kemarahan karena meyakini ibunya meninggal akibat perbuatan sang ayah. Warto sendiri merupakan mantan kiper tarkam yang kehidupannya kini jauh dari kejayaan masa lalu: ia bekerja sebagai penjual ikan dan dikenal memiliki kebiasaan berjudi bola.

Harapan Dino untuk membuka jalan menuju sepak bola profesional datang melalui Tarkam Super Cup, sebuah kompetisi yang bisa menjadi pintu menuju pencari bakat. Sayangnya, ketika kesempatan terbesar itu sudah berada di depan mata, tim kebanggaannya, Serigala Sakti, justru dibajak pihak lain menjelang pertandingan final. Situasi tersebut membuat Warto mengambil keputusan yang mungkin tidak pernah dibayangkan Dino: membentuk kembali sebuah tim berisi teman-teman lamanya. Masalahnya, para pemain veteran ini bukan lagi anak muda yang mampu berlari sepanjang pertandingan. Mereka adalah para bapak-bapak dengan pekerjaan dan kehidupan masing-masing—mulai dari montir, hansip, kuli, hingga sosok-sosok unik lainnya.

Di sinilah kekuatan komedi Bapakmu Kiper mulai terasa. Alih-alih menghadirkan tim sepak bola yang terlihat sempurna, film ini justru menampilkan sekumpulan pemain dengan kemampuan dan kondisi fisik yang serba terbatas. Bahkan Warto yang kembali berdiri sebagai penjaga gawang harus menghadapi kenyataan bahwa usia tidak lagi berpihak kepadanya. Para pemain pun menjalani persiapan dengan berbagai kekacauan khas sepak bola tarkam. Menariknya, unsur tersebut tidak hanya dibuat sebagai lelucon, tetapi menjadi cara film menggambarkan solidaritas, persahabatan, dan semangat orang-orang yang tetap mau berjuang meski sadar bahwa mereka bukan lagi berada di masa kejayaannya.

Menariknya lagi, para pemain film ini tidak sekadar mengandalkan akting untuk membuat pertandingan terlihat meyakinkan. Sutradara Ody C. Harahap mewajibkan para pemeran menjalani latihan sepak bola sebelum proses syuting. Fedi Nuril bahkan mengaku harus merasakan langsung kerasnya aktivitas fisik tersebut, sementara sejumlah pemain lain melakukan persiapan khusus agar gerakan mereka di lapangan terasa lebih natural. Augie Fantinus juga melakukan riset dengan berbincang dengan sosok yang memahami dunia tarkam. Upaya tersebut menunjukkan bahwa film ini ingin membawa atmosfer sepak bola kampung yang lebih autentik, bukan sekadar menjadikan pertandingan sebagai latar belakang cerita.

Pada akhirnya, Bapakmu Kiper bukan semata-mata film tentang bagaimana sebuah tim memenangkan pertandingan. Di balik bola yang ditendang dan gawang yang harus dijaga, ada seorang ayah yang sedang berusaha memenangkan kembali kepercayaan anaknya. Bagi Dino, pertandingan tersebut adalah jalan untuk mengejar impian menjadi pesepak bola profesional. Sementara bagi Warto, kesempatan itu mungkin menjadi pertandingan terpenting dalam hidupnya—bukan untuk membuktikan bahwa dirinya masih jago sebagai kiper, tetapi untuk menebus kesalahan dan memperbaiki hubungan dengan sang anak. Dengan Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Vidi Bulle, Augie Fantinus, Djaitov Tigor, dan jajaran pemain lainnya, film ini siap membawa kisah sepak bola tarkam yang kocak sekaligus hangat ke layar lebar mulai 3 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....