Baby Udon: Kisah Cinta yang Diuji Waktu, Kanker, dan Impian Memiliki Buah Hati

  • 31 Agt 2026 16:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada kisah cinta yang tidak berakhir ketika seseorang pergi untuk selamanya. Justru dari kehilangan itulah, sebuah harapan bisa lahir dan terus hidup. Itulah napas utama Baby Udon, film drama Indonesia yang akan tayang di bioskop mulai 3 September 2026. Diproduksi oleh Sumargo Films bersama LYTO Pictures, film berdurasi 115 menit ini mengangkat kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang Hajime Kondoh, pasangan Indonesia-Jepang yang perjuangannya untuk memiliki buah hati sempat menyentuh banyak orang.

Cerita bermula dari Fanny, perempuan muda asal Indonesia yang diperankan Caitlin Halderman, yang jatuh cinta kepada Hajime Kondoh, pria asal Jepang yang diperankan Denny Sumargo. Hubungan mereka tidak berjalan tanpa tantangan. Perbedaan usia dan latar belakang menjadi bagian dari perjalanan cinta keduanya sebelum akhirnya mereka menikah dan mencoba membangun keluarga. Namun, ketika impian memiliki anak semakin besar, kehidupan justru memberikan ujian yang jauh lebih berat dari yang mereka bayangkan. Perjuangan mendapatkan buah hati membawa Fanny dan Hajime menjalani proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Yang membuat perjalanan mereka semakin emosional adalah kondisi Hajime yang kemudian didiagnosis mengidap kanker. Di satu sisi, Fanny masih berusaha mempertahankan impian mereka untuk menjadi orang tua. Di sisi lain, ia harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang dicintainya sedang berjuang mempertahankan hidup. Film ini kemudian tidak hanya berbicara tentang keinginan memiliki anak, tetapi juga tentang kesetiaan ketika keadaan sudah tidak sesuai dengan rencana. Dalam situasi seperti itu, cinta tidak lagi sekadar tentang momen bahagia, melainkan tentang memilih tetap bertahan ketika masa depan terasa semakin tidak pasti.

Di balik kisah tersebut, Baby Udon menjadi proyek yang cukup personal bagi Denny Sumargo. Selain menjadi produser, Denny akhirnya mengambil peran sebagai Hajime setelah sebelumnya sempat menawarkan karakter tersebut kepada beberapa aktor lain. Keputusan itu membuat tantangannya berlipat karena ia harus menjalankan dua posisi sekaligus di balik layar dan di depan kamera. Sementara itu, penyutradaraan dipercayakan kepada Fajar Bustomi, dengan skenario yang ditulis Oka Aurora. Film ini juga menghadirkan sejumlah nama seperti Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Hiroaki Kato, Nobuyuki Suzuki, Alexandra Vallerie, dan Royhan Hidayat.

Menariknya, judul Baby Udon bukan sekadar nama yang terdengar unik. Julukan tersebut berkaitan dengan bayi yang akhirnya lahir dari perjuangan Fanny dan Hajime. Materi resmi film mengungkap bahwa meskipun Hajime akhirnya meninggal dunia, Fanny berhasil mengandung dan melahirkan bayi mereka yang kemudian dijuluki Baby Udon. Detail inilah yang membuat perjalanan film terasa seperti lingkaran penuh: dimulai dari impian sederhana untuk memiliki keluarga, melewati sakit, kehilangan, dan ketidakpastian, lalu berujung pada lahirnya sebuah kehidupan baru.

Dengan pendekatan drama-romantis dan cerita yang berangkat dari pengalaman nyata, Baby Udon tampaknya tidak ingin sekadar membuat penonton menangis. Film ini membawa pertanyaan yang lebih dalam tentang arti mencintai seseorang ketika hidup tidak memberikan akhir yang kita inginkan. Dengan durasi 115 menit, film arahan Fajar Bustomi tersebut dijadwalkan hadir serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 3 September 2026 dan mendapat klasifikasi 13 tahun ke atas dari Lembaga Sensor Film. Pada akhirnya, mungkin inilah alasan kisah Fanny dan Hajime begitu kuat: karena di tengah kehilangan, mereka tetap meninggalkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kesedihan—sebuah harapan yang akhirnya memiliki nama, Baby Udon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....