AUTOPSY: Dead Body Can Talk, ketika Jasad Menjadi Saksi Terakhir

  • 31 Agt 2026 16:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada satu pertanyaan yang menjadi nyawa dari AUTOPSY: Dead Body Can Talk: bagaimana jika orang yang sudah meninggal justru menjadi saksi paling jujur dalam sebuah kejahatan? Film Indonesia terbaru ini mencoba menjawabnya lewat dunia forensik yang selama ini jarang ditempatkan sebagai pusat cerita layar lebar. Bukan sekadar menghadirkan ruang autopsi yang dingin dan penuh misteri, film produksi Karya Kreatif Utama ini membawa penonton mengikuti bagaimana luka, lebam, zat asing, hingga berbagai jejak pada tubuh korban dapat menjadi potongan puzzle untuk menemukan kebenaran. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 3 September 2026 dengan durasi sekitar 112 menit.

Cerita berpusat pada Hastry, dokter forensik yang diperankan Masayu Anastasia. Ia digambarkan sebagai sosok yang sangat percaya pada sains dan fakta, tetapi pekerjaannya mempertemukannya dengan berbagai petunjuk yang tidak selalu mudah dijelaskan hanya melalui logika. Di sinilah konflik utama film mulai terasa menarik: ketika ilmu pengetahuan, intuisi, dan empati harus berjalan beriringan untuk membongkar kasus-kasus misterius. Hastry bukan hanya dituntut menemukan penyebab kematian, tetapi juga harus berhadapan dengan tekanan dari penyidik, persoalan kredibilitas, kehidupan pribadi, serta pertanyaan mengenai seberapa jauh seseorang berani mempercayai sesuatu yang belum bisa dibuktikan secara kasatmata.

Yang membuat film ini semakin menarik adalah sumber inspirasinya. Karakter Hastry terinspirasi dari perjalanan nyata Dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM, dokter forensik yang dikenal luas karena kiprahnya dalam bidang forensik. Meski film mengambil inspirasi dari perjalanan dan profesinya, kisah yang ditampilkan tetap dikembangkan sebagai karya fiksi. Pendekatan tersebut membuat AUTOPSY terasa berbeda karena film tidak hanya menjadikan forensik sebagai hiasan cerita kriminal, tetapi mencoba memperlihatkan bagaimana pekerjaan seorang dokter forensik dapat menjadi jembatan antara tubuh korban, bukti ilmiah, penyelidikan, dan keadilan.

Dari sisi genre, film ini menawarkan perpaduan thriller psikologis, misteri, dan investigasi kriminal. Sutradara Ozan Ruz memilih pendekatan yang lebih menekankan ketegangan psikologis dan realitas dunia forensik dibanding mengandalkan pola horor penuh jumpscare. Hal tersebut membuat ancaman dalam film bukan cuma berasal dari sesuatu yang menakutkan, melainkan dari pertanyaan yang terus menghantui: siapa yang sebenarnya berbohong, bukti mana yang sengaja disembunyikan, dan apakah fakta yang terlihat di permukaan benar-benar menggambarkan kejadian sebenarnya? Trailer yang dirilis pada Juli 2026 juga memperlihatkan Hastry berhadapan dengan berbagai detail dari tubuh jenazah sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Deretan pemainnya turut menjadi daya tarik tersendiri. Selain Masayu Anastasia, film ini menghadirkan Teuku Rifnu Wikana, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Riyuka Bunga, Indra Frimawan, serta sejumlah pemeran lainnya. Lembaga Sensor Film mencatat film ini sebagai produksi Indonesia berbahasa Indonesia dengan klasifikasi Dewasa 17 Tahun. Dengan tema yang cukup serius dan dunia cerita yang tidak biasa, AUTOPSY berpotensi menjadi tontonan yang bukan cuma mengajak penonton menebak siapa pelaku di balik sebuah kasus, tetapi juga memahami bahwa sebuah kematian meninggalkan bukti yang dapat berbicara—asal ada seseorang yang cukup teliti untuk mendengarkannya.

Pada akhirnya, AUTOPSY: Dead Body Can Talk menawarkan sebuah premis yang sederhana tetapi punya daya tarik kuat: manusia bisa berbohong, saksi bisa menghilang, dan bukti bisa saja disembunyikan, tetapi tubuh korban meninggalkan jejak yang tidak mudah dibungkam. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026 dan menjadi salah satu film lokal yang mencoba membawa dunia forensik ke tengah cerita thriller secara lebih serius. Jika kamu menyukai film investigasi yang membuat penonton ikut mencurigai setiap detail, AUTOPSY layak masuk daftar tontonan karena kali ini, kunci misterinya mungkin bukan tersembunyi di balik pintu atau bayangan gelap—melainkan ada di tubuh seseorang yang sudah tidak bisa berbicara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....