Quiet Quitting: Solusi Kerja atau Pasrah?

  • 24 Agt 2026 14:58 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang — Istilah quiet quitting kini ramai dibicarakan pekerja kantoran perkotaan. Tren tersebut memicu perdebatan panjang di berbagai ruang publik digital.

Banyak karyawan muda memilih bekerja sesuai batas deskripsi tugas resmi. Mereka menolak jam tambahan tanpa kompensasi finansial yang jelas.

Sebagian pengamat menilai tindakan itu sebagai strategi pembatas kelelahan mental. Namun kritikus menganggap hal tersebut sebagai wujud kepasrahan generasi produktif.

Lembaga riset Gallup menyebutkan keterlibatan kerja menurun drastis secara global. Penurunan ini berdampak langsung pada tingkat produktivitas perusahaan modern saat ini.

Kelelahan emosional memicu kemunculan fenomena tersebut di berbagai tempat kerja. Tekanan kantor yang berlebihan sering kali merusak kesehatan mental pekerja.

Perusahaan dituntut memperbaiki komunikasi internal demi menjaga motivasi seluruh pegawai. Lingkungan kerja sehat mencegah staf melakukan aksi mogok terselubung.

Keseimbangan hidup dan pekerjaan menjadi kunci utama penyelesaian masalah ini. Pemahaman lintas pihak diperlukan guna menciptakan lingkungan kerja yang ideal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....