Perumahan Laddaland, Rumah Impian yang Berubah Menjadi Alamat Paling Mengerikan
- 31 Jul 2026 21:59 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Membeli rumah baru seharusnya menjadi awal dari kehidupan yang lebih bahagia. Namun bagaimana jika rumah impian justru menjadi pintu masuk menuju teror yang perlahan menghancurkan sebuah keluarga? Premis inilah yang ditawarkan Perumahan Laddaland, film horor terbaru produksi MD Pictures yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Film garapan Awi Suryadi ini merupakan adaptasi dari film horor Thailand Laddaland yang dirilis pada 2011, tetapi membawa cerita dan pendekatan yang disesuaikan dengan konteks Indonesia masa kini.
Kisahnya berpusat pada Tomy, diperankan Andri Mashadi, yang mengambil keputusan besar dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR demi memberikan kehidupan yang lebih layak bagi istri dan anak-anaknya. Bersama sang istri, Melisa yang diperankan Titi Kamal, serta anak-anak mereka, Tomy berharap rumah baru tersebut menjadi tempat memulai babak kehidupan yang lebih nyaman. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Setelah pindah ke kompleks tersebut, keluarga mereka mulai diganggu berbagai kejadian tidak wajar, mulai dari bisikan misterius hingga penampakan yang perlahan mengubah rumah impian menjadi sumber ketakutan.
Yang membuat film ini menarik bukan hanya sosok hantu atau penampakan yang muncul, melainkan rahasia di balik kompleks perumahan tersebut. Semakin Tomy dan keluarganya berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi, semakin kuat pula ancaman yang mereka hadapi. Horor dalam film ini kemudian bergerak dari sekadar menakut-nakuti penghuni rumah menuju pertanyaan yang lebih besar: apakah sebuah keluarga bisa tetap bertahan ketika tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman justru menyimpan sesuatu yang mematikan?
Pendekatan Awi Suryadi menjadi salah satu daya tarik utama Perumahan Laddaland. Sutradara yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah film horor Indonesia tersebut memilih membawa kisah adaptasi ini ke lingkungan yang terasa lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Salah satu penyesuaiannya adalah perubahan profesi karakter utama agar lebih relevan dengan kehidupan sekarang, termasuk latar Tomy sebagai driver online. Dengan begitu, cerita tidak sekadar memindahkan film Thailand ke Indonesia, tetapi mencoba membangun kembali dunia dan persoalannya sesuai realitas penonton lokal.
Selain Titi Kamal dan Andri Mashadi, film ini turut dibintangi Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Delia Husein, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, dan sejumlah pemeran lainnya. Kehadiran Titi Kamal juga menjadi menarik karena karakter horor bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia bahkan pernah mengungkapkan bahwa sejak remaja dirinya sudah memiliki ketertarikan terhadap tempat-tempat yang dianggap mistis. Pengalaman tersebut menjadi warna tersendiri ketika ia harus membawa karakter seorang ibu yang menghadapi teror di rumah bersama keluarganya.
Pada akhirnya, Perumahan Laddaland menawarkan jenis ketakutan yang berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang: keinginan memiliki rumah sendiri dan membangun keluarga yang lebih baik. Namun film ini membalik impian tersebut menjadi mimpi buruk ketika rumah yang dibeli dengan susah payah justru menyimpan rahasia kelam. Mulai 13 Agustus 2026, penonton Indonesia dapat menyaksikan bagaimana Tomy, Melisa, dan keluarga mereka berhadapan dengan teror yang semakin sulit dijelaskan. Sebab dalam Perumahan Laddaland, persoalannya bukan lagi apakah rumah itu nyaman untuk ditinggali, melainkan apakah mereka masih bisa keluar hidup-hidup dari rumah yang mereka impikan sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....