Animasi "Puti dan Batu Batikam" Angkat Budaya Minang ke Layar Lebar
- 25 Jul 2026 07:20 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Film animasi lokal Puti dan Batu Batikam hadir membawa semangat pelestarian budaya Minangkabau melalui karya kreatif. Film pendek berdurasi 15 menit itu mengusung cerita orisinal dengan inspirasi dari situs budaya Batu Batikam di Batusangkar.
Sutradara film, Radev Muhammad Aziz, mengatakan kisah tersebut tidak mengadaptasi legenda Batu Batikam secara langsung. Namun, film mengambil nilai mufakat sebagai pesan utama yang disampaikan kepada penonton.
Menurut Radev, seluruh cerita dibangun melalui proses riset dan diskusi bersama tim kreatif. Berbagai ide budaya Minangkabau dikembangkan sebelum akhirnya memilih konsep karya penulis Rahma sebagai cerita utama.
Ia menjelaskan Batu Batikam dipilih karena memiliki makna penting dalam sejarah Minangkabau. Batu tersebut menjadi simbol penyelesaian perselisihan melalui musyawarah dan mufakat.
Nilai budaya itu kemudian dikemas dalam cerita fiksi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tokoh utama bernama Puti menjadi penggerak cerita sekaligus penyampai pesan tentang pentingnya kebersamaan.
Radev mengatakan unsur budaya Minangkabau ditampilkan secara menyeluruh dalam film tersebut. Rumah gadang, musik tradisional, serta dialek Minang menjadi identitas yang memperkuat suasana cerita.
Produksi film melibatkan sekitar 40 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar tim bekerja secara jarak jauh dengan koordinasi menggunakan platform digital.
Produser Natasha Khairunissa mengatakan tantangan terbesar berasal dari penyatuan ide kreatif seluruh anggota tim. Selain itu, proses animasi membutuhkan ketelitian tinggi karena satu detik adegan dapat dikerjakan hingga tiga hari.
Film tersebut diproduksi melalui dukungan program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan. Program itu memberi kesempatan kepada pelaku industri kreatif menghasilkan karya berbasis budaya Indonesia.
Radev berharap animasi ini menjadi jalan mengenalkan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas. Menurutnya, karya animasi dapat menjadi media efektif memperkenalkan identitas daerah kepada generasi muda.
Ia juga menilai Sumatera Barat memiliki banyak talenta animator yang berkualitas. Namun, ekosistem industri animasi di daerah masih membutuhkan dukungan agar terus berkembang.
Sementara itu, Natasha mengajak masyarakat mendukung karya animator lokal dengan menyaksikan film tersebut. Dukungan publik dinilai penting untuk mendorong lahirnya karya-karya animasi berikutnya.
Film Puti dan Batu Batikam akan tayang pada 25–26 Juli 2026 di Padang Youth Center. Penayangan menjadi bagian dari Padang International Animation & Game Expo (PIAGEX) 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....