Nama Unik Lomba Sihir, Ada Filosofi yang Membuat Band Ini Makin Berbeda

  • 26 Jul 2026 13:39 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Di tengah banyaknya grup musik Indonesia yang menggunakan nama sederhana atau diambil dari bahasa asing, Lomba Sihir justru tampil mencuri perhatian lewat nama yang terdengar tidak biasa. Sekilas, nama tersebut mengingatkan pada sebuah kompetisi sulap, namun di balik kesan unik itu tersimpan filosofi yang erat kaitannya dengan cara mereka memandang musik. Tak hanya menjadi identitas, nama Lomba Sihir juga berhasil memancing rasa penasaran banyak pendengar sejak band ini resmi hadir pada 2021 dengan album perdana Selamat Datang di Ujung Dunia.

Keunikan nama band ini ternyata berawal dari ide sang vokalis, Baskara Putra. Dalam sebuah wawancara, gitaris Rayhan Noor menjelaskan bahwa nama tersebut merupakan adaptasi dari nama band lama Baskara semasa kuliah, yaitu "Lembaga Lomba Sihir". Kata "sihir" dipilih karena musik dianggap memiliki kekuatan layaknya sulap, mampu menghadirkan rasa kagum, mengubah suasana hati, hingga menyatukan banyak orang. Agar terdengar lebih ringan dan tidak menimbulkan kesan mistis, nama itu kemudian disederhanakan menjadi "Lomba Sihir". Para personelnya pun mengibaratkan setiap penampilan mereka sebagai ajang saling menunjukkan "keajaiban" untuk menghibur penonton.

Bukan hanya namanya yang nyentrik, konsep berkarya Lomba Sihir juga penuh kejutan. Band yang beranggotakan Baskara Putra, Natasha Udu, Rayhan Noor, Tristan Juliano, dan Enrico Octaviano ini lahir dari para musisi yang sebelumnya menjadi band pengiring proyek solo Hindia. Seiring waktu, mereka berkembang menjadi grup musik dengan identitas sendiri, di mana seluruh anggota terlibat dalam proses penulisan lagu, aransemen, hingga produksi musik. Kekompakan tersebut membuat karya-karya mereka terasa kaya warna dan memiliki karakter yang kuat.

Karakter unik itu juga tercermin dari judul-judul lagu yang mereka ciptakan. Salah satu contohnya adalah single "Sofa", yang dirilis pada 2025. Alih-alih menggunakan metafora rumit, lagu tersebut benar-benar bercerita dari sudut pandang sebuah sofa yang menjadi saksi berbagai cerita kehidupan para personelnya. Konsep sederhana namun tidak lazim ini kembali memperlihatkan kreativitas Lomba Sihir dalam mengangkat benda sehari-hari menjadi sebuah karya yang hangat dan penuh makna.

Selain dikenal lewat konsep yang segar, Lomba Sihir juga kerap menghadirkan lirik yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Album Selamat Datang di Ujung Dunia mengangkat berbagai cerita tentang realitas hidup, tekanan sosial, hingga pencarian jati diri dengan balutan musik alternatif pop yang dipadukan berbagai genre. Perpaduan lirik reflektif dan aransemen yang dinamis membuat karya-karya mereka mudah diterima, terutama oleh generasi muda yang merasa dekat dengan tema-tema yang diangkat.

Popularitas Lomba Sihir pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bukan hanya dikenal sebagai band dengan musik berkualitas, tetapi juga sebagai grup yang berani tampil berbeda melalui identitas visual, konsep album, hingga pemilihan nama band yang mudah diingat. Di tengah industri musik yang semakin kompetitif, keberanian menghadirkan sesuatu yang unik justru menjadi nilai lebih yang membuat mereka memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat musik Indonesia.

Kisah Lomba Sihir menunjukkan bahwa sebuah nama bukan sekadar label, melainkan bisa menjadi representasi dari visi dan karakter sebuah grup musik. Filosofi di balik nama mereka membuktikan bahwa musik memang memiliki "keajaiban" untuk menyampaikan cerita, membangun emosi, dan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi para pendengarnya. Itulah sebabnya, Lomba Sihir tidak hanya dikenal karena lagu-lagunya, tetapi juga karena identitas unik yang membuat mereka mudah dikenali di blantika musik Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....