Padang Fashion Summit 2026 Siap Angkat Wastra Minang ke Panggung Dunia

  • 12 Jul 2026 01:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Padang Fashion Summit (PFS) 2026 yang mengusung konsep fesyen berkelanjutan sekaligus mempromosikan warisan budaya Minangkabau ke pasar nasional hingga internasional.

Perhelatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 itu mulai dimatangkan melalui Konferensi Pers Padang Young Design Competition (PYDC) 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang. Dilaksanakan di ZHM Premier Hotel Padang, Sabtu, 11 Juli 2026.

“Tahun ini, Padang Fashion Summit mengangkat tema "Manaruko Rupo: Menemukan Kembali Identitas dalam Balutan Elegansi Global". Tema tersebut menjadi wujud transformasi motif, tekstil, dan filosofi adat Minangkabau ke dalam karya fesyen modern yang tetap mengedepankan prinsip sustainable fashion dan pemberdayaan perajin lokal,”ujar Kepala Disnakerin Kota Padang Ferri Erviyan Rinaldy.

Ia mengatakan pemerintah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan agenda unggulan HJK Padang tersebut. Menurutnya, PFS 2026 bukan sekadar ajang peragaan busana, tetapi juga menjadi ruang promosi industri kreatif Kota Padang.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir langsung pada 9–10 Agustus 2026 di ZHM Premier Hotel Padang. Event ini tidak hanya menyajikan peragaan busana berkelas, tetapi juga menjadi pesta industri kreatif yang mengintegrasikan pameran UMKM, kuliner, dan berbagai edukasi menarik," katanya.

Ia menjelaskan, pembinaan terhadap pelaku industri kreatif telah dilakukan sejak Mei 2026 melalui program coaching intensif. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas desainer dan perajin binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan menembus pasar internasional.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Padang Fashion Summit 2026 mulai melibatkan peserta dari luar negeri. Keterlibatan desainer internasional diharapkan membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas promosi produk fesyen berbasis wastra Minangkabau ke pasar global.

Sementara itu, Staf Ahli Dekranasda Kota Padang, Fomalhaut Zamel, mengatakan penyelenggaraan PFS tahun ini dikemas lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak 75 desainer, 115 merek fesyen, 36 model, serta 160 tenant kuliner dan pameran akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

"Kami menghadirkan kolaborasi lintas batas. Koleksi yang ditampilkan merupakan karya berbasis wastra Minangkabau hasil rancangan desainer lokal Padang, berbagai daerah di Indonesia, hingga desainer internasional. Kami berharap masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk mendukung penuh kebangkitan industri kreatif kota kita," kata Fomalhaut.

Selama dua hari pelaksanaan pada 9–10 Agustus 2026, pengunjung akan disuguhi beragam agenda, mulai dari Fashion Parade dan Grand Final Padang Young Design Competition (PYDC), seminar Trend Forecasting dan Product Branding, Business Matching, Beauty Class, kompetisi model dan tata rias, hingga bazar kuliner serta pameran produk unggulan UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....