PEMIKAT JIWA: ketika Cinta Berubah Menjadi Obsesi yang Mengundang Teror
- 26 Jul 2026 14:20 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Tidak semua kisah cinta berakhir dengan kebahagiaan. Ada kalanya penolakan justru melahirkan obsesi yang membawa seseorang menempuh jalan paling gelap.
Itulah yang diangkat dalam PEMIKAT JIWA, film horor psikologis garapan Dom Dharmo yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 9 Juli 2026. Diproduksi oleh Makara Production, film ini tidak sekadar mengisahkan praktik pelet, tetapi juga menggambarkan bagaimana keinginan untuk memiliki seseorang dapat berubah menjadi petaka yang menghancurkan.
Cerita berpusat pada Jay, seorang penjual ayam yang diam-diam mencintai Wulan, perempuan yang telah bertunangan dengan pria lain. Tak sanggup menerima kenyataan, Jay memilih menggunakan ajian Pemikat Jiwa, sebuah ilmu pengasihan terlarang yang diyakininya mampu merebut hati Wulan. Ritual itu memang berhasil, tetapi cinta yang lahir bukan lagi berasal dari perasaan tulus. Sebaliknya, Wulan justru terikat pada kekuatan gaib yang perlahan mengambil alih hidup dan jiwanya, sementara Jay harus menghadapi konsekuensi mengerikan dari keputusan yang ia buat sendiri.
Berbeda dari film horor bertema pelet pada umumnya, PEMIKAT JIWA lebih menitikberatkan pada konflik batin manusia. Teror dalam film ini tidak hanya berasal dari sosok supranatural, tetapi juga dari rasa posesif, ketakutan kehilangan, dan ambisi untuk mengendalikan orang lain. Pesan yang ingin disampaikan begitu jelas: ketika cinta dipaksakan, yang lahir bukanlah kasih sayang, melainkan kehancuran bagi semua pihak.
Film ini dibintangi Fajar Nugra sebagai Jay, Givina sebagai Wulan, serta Erdin Wedrayana sebagai Damar. Ketiganya menghadirkan dinamika cinta segitiga yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Chemistry para pemain membuat emosi penonton ikut terlibat, mulai dari rasa iba, marah, hingga tegang ketika misteri demi misteri mulai terungkap.
Menariknya, PEMIKAT JIWA terinspirasi dari thread horor populer karya Nuugro Agung yang mengangkat fenomena ilmu pengasihan di tengah masyarakat. Alih-alih menjadikan praktik mistis sekadar pemanis cerita, film ini menggunakannya sebagai simbol bahwa setiap jalan pintas selalu memiliki harga yang harus dibayar. Semakin besar keinginan seseorang untuk menguasai orang lain, semakin besar pula pengorbanan yang dituntut oleh kekuatan tersebut.
Bagi pencinta horor Indonesia, PEMIKAT JIWA menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan hanya menyuguhkan jumpscare atau penampakan menyeramkan, tetapi juga menghadirkan ketidaknyamanan psikologis yang terasa dekat dengan kehidupan nyata. Film ini menjadi pengingat bahwa terkadang, monster paling mengerikan bukanlah makhluk dari dunia lain, melainkan obsesi manusia yang tak lagi mengenal batas antara cinta dan kepemilikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....