THE DEATH OF ROBIN HOOD: Saat Sang Legenda Harus Menghadapi Bayang-Bayang Masa Lalu
- 30 Jun 2026 22:41 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Selama berabad-abad, Robin Hood dikenal sebagai sosok pahlawan yang mencuri dari orang kaya untuk membantu kaum miskin. Namun, THE DEATH OF ROBIN HOOD menghadirkan sudut pandang yang benar-benar berbeda. Film garapan sutradara Michael Sarnoski ini mengajak penonton melihat sisi paling kelam dari sang legenda, menghadirkan kisah yang jauh dari petualangan heroik dan lebih dekat pada perjalanan batin seorang pria yang dihantui dosa-dosa masa lalunya. Film ini mulai tayang di sejumlah bioskop internasional pada 3 Juli 2026 di beberapa wilayah distribusi.
Dalam film ini, Hugh Jackman memerankan Robin Hood yang telah menua dan terluka, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Setelah mengalami luka parah akibat sebuah pertarungan, ia menemukan perlindungan di sebuah biara terpencil. Di sana, seorang perempuan misterius yang diperankan Jodie Comer merawatnya, sekaligus menjadi sosok yang perlahan membuka jalan menuju penebusan atas kehidupan penuh kekerasan yang telah dijalaninya.
Berbeda dengan adaptasi Robin Hood sebelumnya, film ini justru mempertanyakan mitos yang selama ini dipercaya banyak orang. Robin tidak lagi digambarkan sebagai pahlawan tanpa cela, melainkan seorang pria yang pernah melakukan berbagai tindakan brutal dan kini harus menerima konsekuensi dari setiap pilihannya. Pendekatan inilah yang membuat film terasa lebih realistis, emosional, sekaligus penuh kejutan bagi penonton yang terbiasa dengan kisah klasik sang pemanah legendaris.
Selain Hugh Jackman dan Jodie Comer, film ini juga diperkuat oleh penampilan Bill Skarsgård, Murray Bartlett, dan Noah Jupe. Akting para pemain dipadukan dengan sinematografi bernuansa suram serta lanskap alam yang megah, menciptakan atmosfer yang mencerminkan pergulatan batin sang tokoh utama. Setiap adegan dibangun dengan ritme yang tenang, namun menyimpan ketegangan emosional yang terus meningkat hingga akhir cerita.
Yang membuat THE DEATH OF ROBIN HOOD begitu menarik adalah keberaniannya mengubah kisah rakyat menjadi sebuah drama psikologis. Film ini lebih banyak berbicara tentang rasa bersalah, penyesalan, pengampunan, dan makna sebuah warisan daripada sekadar aksi memanah atau pertarungan melawan penguasa. Hasilnya adalah sebuah adaptasi yang terasa segar sekaligus berani keluar dari pakem cerita Robin Hood yang telah dikenal selama ratusan tahun.
Bagi penikmat film drama dengan sentuhan thriller dan nuansa abad pertengahan, THE DEATH OF ROBIN HOOD menjadi salah satu tontonan yang layak dinantikan. Film ini membuktikan bahwa bahkan seorang legenda pun tidak bisa lari dari masa lalunya. Ketika semua kisah kepahlawanan telah usai, yang tersisa hanyalah satu pertanyaan: apakah seseorang benar-benar bisa menebus semua kesalahan yang pernah dilakukannya?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....