DUA NAFAS: Kisah Sederhana yang Mengingatkan Bahwa Cinta Tak Selalu Diucapkan
- 30 Jun 2026 22:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Di tengah ramainya film bergenre horor dan aksi di bioskop, DUA NAFAS hadir sebagai oase yang menawarkan kehangatan keluarga. Film drama berdurasi 93 menit ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026 dan disutradarai oleh Hasto Broto dengan naskah karya Exan Zen. Diangkat dari film Korea Selatan legendaris The Way Home (2002), DUA NAFAS membawa kisah tersebut ke dalam nuansa budaya Indonesia yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ceritanya mengikuti perjalanan Anto, seorang anak yang harus tinggal bersama neneknya, Mariyam, di sebuah desa terpencil setelah sang ibu, Wati, terpaksa menitipkannya karena kondisi hidup yang sulit. Kehidupan Anto berubah drastis. Dari hiruk-pikuk kota menuju desa yang sederhana, ia harus belajar hidup bersama neneknya yang merupakan penyandang disabilitas bisu dan tuli. Perbedaan cara hidup membuat hubungan keduanya tidak langsung akrab, bahkan dipenuhi keluhan dan kesalahpahaman. Namun, justru dari kesunyian itulah tumbuh ikatan yang begitu tulus.
Kekuatan utama DUA NAFAS bukan terletak pada konflik yang rumit, melainkan pada emosi yang dibangun secara perlahan. Film ini mengajak penonton memahami bahwa kasih sayang tidak selalu diwujudkan melalui kalimat-kalimat indah. Ada cinta yang hadir lewat perhatian kecil, kesabaran tanpa batas, dan pengorbanan yang sering kali tidak disadari hingga semuanya menjadi kenangan. Itulah yang membuat setiap adegan terasa hangat sekaligus menyentuh.
Penampilan Aty Cancer sebagai Mariyam menjadi salah satu daya tarik terbesar film ini. Bersama Adelia Rasya dan Auzan Noh Karepesina, mereka menghadirkan chemistry yang natural sehingga kisah keluarga sederhana ini terasa nyata. Tanpa banyak dialog dramatis, ekspresi dan bahasa tubuh para pemain justru menjadi kekuatan utama yang mampu mengaduk emosi penonton.
Lebih dari sekadar drama keluarga, DUA NAFAS mengingatkan bahwa kesederhanaan sering kali menyimpan pelajaran hidup yang paling berharga. Film ini mengajak penonton untuk menghargai kehadiran orang tua dan kakek-nenek selagi masih ada, karena waktu tidak pernah bisa diputar kembali. Pesan inilah yang menjadikan DUA NAFAS bukan hanya tontonan, tetapi juga refleksi tentang arti keluarga, pengorbanan, dan rasa syukur.
Bagi pencinta film yang menyukai cerita hangat dengan pesan mendalam, DUA NAFAS layak menjadi salah satu pilihan utama di awal Juli 2026. Film ini membuktikan bahwa sebuah kisah sederhana mampu meninggalkan jejak yang panjang di hati penontonnya. Kadang, satu pelukan, satu tatapan, atau satu pengorbanan kecil mampu menjadi "dua napas" yang menghidupkan kembali makna sebuah keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....