Dari Rebahan menuju Perubahan, Memanfaatkan Masa Muda dengan Produktif

  • 12 Jun 2026 15:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Apakah kamu pernah mendengar istilah generasi rebahan? Istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan sebagian anak muda yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat atau bersantai tanpa melakukan aktivitas produktif. Kebiasaan menunda pekerjaan dan terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial sering kali menjadi ciri yang melekat pada fenomena tersebut.

Budaya rebahan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Ketergantungan pada gawai dan media sosial tidak hanya mengurangi produktivitas, tetapi juga berpotensi membuat seseorang kehilangan arah serta tujuan hidup.

Dalam program Muda Bertaqwa di RRI Pro 2 Padang, Ustaz Desep Pria Pandri, M.Pd., Kons mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Dalam kajiannya, ia mengangkat Surah Al-Ashr sebagai pedoman bagi generasi muda agar tidak menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah SWT.

Menurut Ustaz Desep, salah satu kebiasaan yang paling merugikan adalah menunda pekerjaan. Alasan sederhana seperti "nanti saja" sering kali membuat seseorang kehilangan kesempatan dan peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan.

Ia menilai fenomena generasi rebahan tidak selalu disebabkan oleh kemalasan. Banyak anak muda sebenarnya memiliki potensi besar, namun kehilangan motivasi, semangat, atau tujuan hidup sehingga memilih bertahan di zona nyaman.

Padahal, Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Rasulullah SAW menjadi teladan karena mampu menjalankan berbagai peran dalam kehidupan tanpa mengabaikan kewajibannya kepada Allah SWT.

Meski demikian, perubahan tetap dapat diwujudkan apabila seseorang memiliki kemauan untuk keluar dari zona nyaman dan berusaha berkembang. Ustaz Desep menegaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka berusaha mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Karena itu, jika ada istilah generasi rebahan, maka generasi muda juga harus mampu menjadi generasi perubahan. Perubahan tersebut harus diawali dengan niat yang baik dan diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.

Langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai lebih bernilai dibandingkan banyak rencana yang tidak pernah direalisasikan. Salah satunya adalah mulai membatasi penggunaan media sosial yang tidak memberikan manfaat dan mengalihkannya pada aktivitas yang lebih produktif.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Desep juga memperkenalkan konsep BMB³, yakni berpikir, merasa, bertindak, dan bertanggung jawab. Selain itu, ia mengenalkan konsep POAC yang terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling sebagai panduan dalam mengelola diri dan mencapai tujuan.

Ustaz Desep menegaskan bahwa iman dan ketakwaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap perubahan. Dengan landasan tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengubah rasa malas menjadi karya, keluhan menjadi solusi, serta menjadikan masa muda sebagai perjuangan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....