Nobody Loves Kay, Drama Esports Emosional Tentang Ambisi, & Persahabatan.

  • 31 Mei 2026 16:48 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat Nobody Loves Kay, film drama coming-of-age bertema esports yang dijadwalkan tayang mulai 4 Juni 2026. Berbeda dari film remaja pada umumnya, film ini membawa penonton masuk ke dunia kompetitif Mobile Legends yang penuh tekanan, ambisi, dan pengorbanan. Terinspirasi dari perjalanan nyata pro player ONIC Esports, Kairi “Kairi” Rayosdelsol, film ini bukan hanya tentang permainan, tetapi tentang perjuangan anak muda mencari tempatnya di dunia yang sering kali tidak memahami mimpi mereka.

Cerita film ini berpusat pada Kay, seorang remaja pecinta game yang bercita-cita menjadi pemain profesional Mobile Legends. Bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio, ia membangun mimpi untuk menembus panggung esports dunia. Namun perjalanan itu tidak berjalan mulus. Nilai sekolah yang terus menurun, tekanan keluarga, konflik pertemanan, hingga obsesi menjadi juara perlahan membuat Kay kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Ketika ambisi mulai menguasai dirinya, Kay harus memilih antara kemenangan atau orang-orang yang selama ini selalu ada di sisinya.

Film ini diperkuat oleh deretan aktor muda berbakat seperti Bima Azriel sebagai Kay, Rey Bong sebagai Ido, Aurora Ribero sebagai Amanda, serta Joshia Frederico sebagai Aurelio. Selain itu, film ini juga dibintangi Ariyo Wahab, Basboi, Melati Sesilia, Dewa Dayana, hingga Elly D. Luthan. Chemistry para pemain muda tersebut disebut menjadi salah satu kekuatan utama film ini karena berhasil menghadirkan dinamika persahabatan remaja yang terasa realistis dan emosional.

Di balik layar, Nobody Loves Kay disutradarai oleh Bernardus Raka yang juga ikut menulis naskah bersama Johanna Wattimena. Film ini diproduksi oleh Visinema Pictures, Qun Films, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, serta bekerja sama langsung dengan ONIC Esports. Kolaborasi tersebut membuat dunia kompetitif Mobile Legends dalam film terasa sangat autentik, mulai dari suasana turnamen, tekanan latihan, hingga hubungan antar pemain profesional.

Yang membuat Nobody Loves Kay terasa berbeda adalah pendekatannya yang lebih emosional dibanding sekadar film tentang game. Film ini menunjukkan sisi gelap dunia kompetitif yang sering tidak terlihat publik: tekanan mental, ekspektasi keluarga, rasa kesepian, hingga ketakutan gagal di usia muda. Di balik gemerlap panggung esports dan sorak penonton, ada perjuangan panjang yang harus dibayar dengan waktu, hubungan, bahkan kehilangan diri sendiri.

Dengan tema yang dekat dengan generasi muda, visual kompetisi esports yang intens, dan cerita emosional yang relatable, Nobody Loves Kay diprediksi menjadi salah satu film Indonesia paling menarik tahun 2026. Film ini bukan hanya untuk penggemar game atau Mobile Legends, tetapi untuk siapa saja yang pernah merasa tidak dipahami saat mengejar mimpi mereka sendiri. Saat tayang mulai 4 Juni mendatang, Nobody Loves Kay siap membawa penonton masuk ke perjalanan penuh luka, ambisi, dan harapan yang terasa begitu nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....