"Gohan" ketika Seekor Anjing Mengajarkan Arti Hidup
- 30 Apr 2026 23:37 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Film drama Asia kembali hadir dengan pendekatan yang hangat dan penuh makna lewat Gohan, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2026. Di tengah banyaknya film besar penuh efek spektakuler, Gohan justru tampil sederhana—tapi justru di situlah kekuatannya. Ini bukan film yang “teriak”, tapi yang pelan-pelan masuk ke hati.
Diproduksi oleh studio ternama Thailand GDH 559, film ini digarap oleh tiga sutradara sekaligus: Nattawut Poonpiriya, Chayanop Boonprakob, dan Atta Hemwadee. Mereka menghadirkan cerita lintas budaya dengan karakter dari berbagai latar belakang—mulai dari Jepang, Myanmar, hingga Thailand—yang semuanya terhubung oleh satu makhluk sederhana: seekor anjing jalanan.
Cerita berpusat pada Gohan, seekor anjing liar yang menjalani hidup dalam tiga fase berbeda—anak-anak, dewasa, hingga tua—dengan tiga pemilik yang berbeda pula. Dari seorang pensiunan insinyur Jepang, pekerja migran, hingga sepasang mahasiswa, setiap fase menghadirkan cerita baru tentang cinta, kehilangan, dan pencarian tempat untuk pulang.
Yang membuat Gohan terasa spesial adalah sudut pandangnya. Film ini tidak banyak menggunakan dialog dramatis, tapi justru mengandalkan momen-momen kecil—tatapan, kebersamaan, dan keheningan—untuk menyampaikan emosi. Lewat perjalanan seekor anjing, film ini berhasil menggambarkan realita manusia: kesepian, perubahan hidup, dan kebutuhan akan kasih sayang yang sering kita abaikan.
Menariknya, karakter Gohan diperankan oleh tiga anjing berbeda untuk menggambarkan tiap fase kehidupannya. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih hidup dan autentik, sekaligus menunjukkan betapa detailnya produksi film ini dalam membangun emosi penonton. Bahkan, film ini sempat mendapat respons positif di negara asalnya dan langsung menarik perhatian sejak awal penayangannya.
Pada akhirnya, Gohan bukan sekadar film tentang hewan, tapi tentang kehidupan itu sendiri. Ia mengingatkan bahwa “rumah” bukan hanya tempat, tapi perasaan—tentang diterima, dicintai, dan tidak sendirian. Kalau kamu lagi cari film yang bisa bikin hati hangat sekaligus refleksi diri, ini bukan cuma tontonan… tapi pengalaman yang bakal tinggal lama setelah filmnya selesai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....