Pedas tapi Nyata dalam Film "Keluarga Suami Adalah Hama"

  • 01 Mei 2026 18:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Film drama Indonesia kembali menghadirkan cerita yang “pedas tapi nyata” lewat Keluarga Suami Adalah Hama, yang dijadwalkan tayang pada 21 Mei 2026. Dari judulnya saja sudah terasa provokatif—seolah langsung menampar realita yang sering terjadi, tapi jarang dibicarakan secara terbuka. Film ini bukan sekadar drama rumah tangga biasa, melainkan potret konflik yang sangat dekat dengan kehidupan banyak pasangan muda di Indonesia.

Disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini merupakan adaptasi dari kisah viral yang sebelumnya populer sebagai audio series dan konten digital. Diproduksi oleh Umbara Brothers Film bersama VMS Studio, film ini mengangkat isu yang sering dianggap sensitif: tekanan dari keluarga pasangan dalam sebuah pernikahan.

Cerita berpusat pada pasangan Damar dan Intan, yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah menikah. Alih-alih hidup tenang, mereka justru terjebak dalam tekanan dari keluarga suami—baik secara finansial maupun emosional. Damar berada di posisi serba salah: antara tanggung jawab sebagai suami dan tuntutan keluarga besarnya, sementara Intan perlahan merasa kehilangan ruang dalam hidupnya sendiri.

Yang bikin film ini terasa “nendang” adalah tema sandwich generation yang diangkat. Pasangan muda tidak hanya harus membangun rumah tangga sendiri, tapi juga menanggung beban keluarga besar. Dalam film ini, konflik tidak datang dari orang ketiga, tapi dari orang-orang terdekat—yang seharusnya jadi tempat pulang, justru berubah jadi sumber tekanan. Ini yang membuat ceritanya terasa sangat relate dan realistis.

Dari sisi pemain, film ini diperkuat oleh deretan aktor kuat seperti Omar Daniel, Raihaanun, dan Meriam Bellina yang memerankan sosok mertua dominan. Kombinasi lintas generasi ini membuat konflik terasa lebih hidup dan emosional, karena tiap karakter punya sudut pandang yang kuat dan saling bertabrakan.

Pada akhirnya, Keluarga Suami Adalah Hama bukan cuma soal konflik rumah tangga, tapi tentang batas kesabaran, identitas diri, dan keberanian untuk mengambil keputusan. Film ini seperti cermin yang memaksa penonton melihat realita yang mungkin selama ini dihindari. Kalau kamu cari film yang bukan cuma menghibur tapi juga bikin mikir dan “kena di hati”, film ini berpotensi jadi salah satu drama paling berani di tahun 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....