Realitas Kehidupan yang Sunyi dan Kelam dalam Film "Semua Akan Baik-Baik Saja"

  • 28 Apr 2026 21:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Film drama Indonesia kembali menghadirkan kisah yang “ngena banget” lewat Semua Akan Baik-Baik Saja, yang dijadwalkan tayang 13 Mei 2026. Disutradarai oleh Baim Wong, film ini memilih jalur yang lebih sunyi—tanpa ledakan konflik berisik, tapi justru pelan-pelan menusuk lewat realita kehidupan sehari-hari. Ini bukan film yang sekadar ditonton, tapi dirasakan.

Berbeda dari karya-karya sebelumnya, film ini mengangkat potret keluarga sederhana yang hidup di tengah tekanan ekonomi dan luka emosional. Cerita berpusat pada sosok ibu bernama Wida yang diperankan oleh Christine Hakim, seorang ibu yang terlihat kuat di luar, tapi sebenarnya menyimpan beban yang luar biasa besar. Ia hidup bukan untuk mengejar mimpi, melainkan untuk memastikan anak-anaknya tetap bisa bertahan hidup.

Di sisi lain, ada karakter Langit yang dimainkan oleh Reza Rahadian—seorang pria yang memilih menjauh dari keluarganya dan hidup sendiri. Namun keadaan memaksanya kembali, mempertemukan lagi dengan masa lalu yang selama ini ia hindari. Konflik keluarga yang sempat retak mulai terbuka satu per satu, memperlihatkan bahwa luka dalam keluarga seringkali tidak pernah benar-benar sembuh.

Film ini semakin kuat dengan kehadiran aktor-aktor lain seperti Raihaanun, Ari Irham, hingga Happy Salma yang memperkaya dinamika cerita. Bahkan, film ini juga menghadirkan pemeran dengan kebutuhan khusus sebagai bentuk representasi yang jarang ditampilkan di layar lebar Indonesia. Hal ini membuat ceritanya terasa lebih nyata dan inklusif.

Yang bikin Semua Akan Baik-Baik Saja terasa beda adalah cara film ini membangun emosi. Tidak ada dramatisasi berlebihan—justru kesederhanaannya yang membuat setiap adegan terasa jujur. Dari kehidupan di rumah susun, tekanan ekonomi, hingga kehilangan orang terdekat, semuanya digambarkan dengan cara yang sangat dekat dengan realita masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya, film ini bukan sekadar tentang kesedihan, tapi tentang harapan yang sering kita ucapkan tanpa benar-benar yakin: “semua akan baik-baik saja.” Sebuah kalimat sederhana yang dalam film ini justru terasa berat dan penuh makna. Kalau kamu lagi cari film yang bisa bikin mikir sekaligus nyentuh hati, Semua Akan Baik-Baik Saja adalah jawaban yang nggak boleh kamu lewatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....