“Sabana Malu Sabana Rindu”, City Pop Retro dengan Bahasa Minang Ala Gen-Z

  • 14 Apr 2026 08:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Dikenal sebagai singing lawyer, Kadri, vokalis dengan vibrasi unik, kembali meramaikan industri musik Indonesia lewat single terbarunya berjudul “Sabana Malu Sabana Rindu”, karya cipta Agung Triyana. Lagu ini menghadirkan perpaduan unik antara nuansa city pop retro dengan eksplorasi bahasa Minang yang dikemas modern untuk menjangkau generasi Z.

“Sabana Malu Sabana Rindu” mengangkat tema konflik batin yang dekat dengan kehidupan banyak orang, tentang rindu yang terpendam, cinta yang belum terucap, rasa malu yang menghalangi, serta jarak yang memisahkan. Emosi-emosi tersebut disampaikan melalui lirik berbahasa Minang yang puitis dan penuh makna, memberikan warna berbeda dalam lanskap musik pop saat ini.

Dari sisi musikalitas, lagu ini dibalut dengan gaya city pop khas era 80-an yang ringan, groovy, nuansamatik, dan nostalgik. Dominasi synth klasik, ritme yang hangat, serta produksi yang bersih menciptakan atmosfer retro yang tetap relevan dengan selera pendengar masa kini, sekaligus menjadikannya enak didengar di berbagai suasana tanpa membuatnya menjadi lagu daerah konvensional.

Kadri, penyanyi rock era 80-an yang belakangan kembali produktif dengan merilis dua single legendaris, “Karmila” (Farid Hardja) pada 2024 dan “Bareh Solok” (Nuskan Syarif) pada 2025, pada single kali ini menghadirkan pendekatan yang lebih segar dengan menawarkan subkultur baru musik pop Minang yang lebih terbuka.

“Sebagai penyanyi, saya merasa lagu ini punya kedalaman emosi yang kuat dan sangat menantang untuk dinyanyikan. Untuk itu saya mencoba menahan ego dan emosi agar tidak meledak-ledak seperti biasanya saya menyanyi rock. Kali ini cukup dengan lirih, karena bahasa Minang yang puitis memberi rasa yang sangat jujur dan personal dalam menyampaikan perasaan. Harapannya, Gen Z bisa melihat bahwa bahasa daerah juga bisa terasa keren dan relate dengan kehidupan mereka sekarang,” ujar Kadri.

Agung Triyana sebagai pencipta lagu menyebut ingin membuktikan bahwa lagu berbahasa daerah juga bisa terasa universal. "Dengan pendekatan notasi bergaya city pop yang ringan dan mudah dinikmati, ‘Sabana Malu Sabana Rindu’ diharapkan bisa menembus batas lokal dan diterima hingga ke pendengar di Jepang seperti rumah makan Padang,” seloroh Agung.

Sementara itu, produser musiknya, Jonathan Mono, menyampaikan salah satu fokusnya adalah menciptakan sound yang hangat, catchy, dan enak didengar tanpa menghilangkan karakter budaya di dalamnya. "Ini adalah usaha untuk membawa bahasa daerah ke level yang lebih luas bahwa ia bisa modern, relevan, dan punya daya tarik global,” tuturnya.

Dvh. Bale yang menggarap video musik “Sabana Malu Sabana Rindu” menerjemahkannya dengan gaya sinematik. Video musik tersebut bukan sekadar tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati—tentang kesetiaan, kerinduan, dan keberanian untuk menjemput harapan.

Dalam video musik tersebut, Dvh. Bale memvisualkan Kadri sebagai penyanyi sekaligus model yang memulai perjalanan dengan vespa kuningnya, melintasi Kelok Sembilan, Harau, dan Bukittinggi. Keindahan alam Minangkabau terasa seperti liku-liku rindu yang harus ia lalui, seolah menunggu kabar dari sang pujaan hati.

“Vespa kuningnya bergerak perlahan, bukan hanya menembus jarak, tetapi juga menjembatani hati yang jauh. Setiap perjalanan, setiap pemandangan, adalah pengingat akan impian dan cinta yang harus dijaga, meski terpisah oleh jarak,” pungkas Dvh. Bale.

Artwork lagu ini dibuat oleh Gema Ramadhan, seorang fotografer penggemar vespa vintage yang sering melakukan road trip ke alam indah Sumatera Barat. Melalui “Sabana Malu Sabana Rindu”, Kadri tidak hanya menyuguhkan karya musik, tetapi juga memperluas penggunaan bahasa Minangkabau yang puitis serta menampilkan keindahan alam dan budaya dalam kemasan modern yang mudah diterima, keluar dari pakem konvensional lagu Minang yang identik dengan nuansa ratapan dan sendu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....