Gusur Horor, Inilah Deretan Film Lokal Paling Laris Sepanjang Masa

  • 27 Mar 2026 19:54 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Perkembangan industri perfilman Indonesia saat ini menunjukkan prestasi yang sangat membanggakan bagi seluruh masyarakat serta para sineas lokal. Standar kesuksesan sebuah karya layar lebar kini diukur melalui pencapaian angka psikologis sebanyak 5 juta penonton di bioskop.

Laporan terbaru dari data Film Indonesia mencatatkan sejarah baru bagi beberapa judul yang rilis pada periode tahun 2025. Film berjudul Agak Laen Menyala Pantiku sukses menempati posisi pertama dengan total perolehan sebanyak 10.986.567 orang penonton sekarang.

Kejutan besar muncul dari genre animasi melalui karya berjudul Jumbo yang berhasil mengumpulkan total sebanyak 10.233.002 orang penonton. Keberhasilan ini membuktikan bahwa industri kreatif lokal mampu menghasilkan film animasi orisinal dengan daya tarik pasar yang kuat.

Posisi ketiga masih ditempati oleh fenomena horor KKN di Desa Penari yang sempat menjadi pemuncak selama beberapa ini. Catatan dari sumber resmi menunjukkan angka sebanyak 10.061.033 orang telah menyaksikan kisah mistis tersebut di layar lebar Indonesia.

Film komedi pertama dari grup Agak Laen yang rilis tahun 2024 juga sukses masuk dalam jajaran lima besar. Karya yang diproduseri oleh Imajinari tersebut berhasil meraih sebanyak 9.127.602 penonton melalui komedi segar dengan sentuhan horor unik.

Legenda komedi legendaris masih menunjukkan tajinya melalui film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 rilis tahun 2016. Sebanyak 6.858.616 orang penonton tercatat telah menyaksikan aksi jenaka para pemeran dalam menghidupkan kembali tokoh Dono Kasino Indro.

Genre horor berkualitas tinggi diwakili oleh Pengabdi Setan 2 Communion yang berhasil mengumpulkan sebanyak 6.391.982 penonton pada 2022. Pencapaian film besutan sutradara Joko Anwar ini menegaskan bahwa kualitas teknis sangat penting untuk memikat antusiasme masyarakat Indonesia.

Kisah romansa remaja legendaris berjudul Dilan 1990 sukses menarik perhatian sebanyak 6.315.664 orang penonton pada saat tahun 2018. Keberhasilan karakter Dilan dan Milea menciptakan tren budaya pop baru yang sangat masif di kalangan generasi muda nasional.

Film drama keluarga yang sangat mengharukan berjudul Miracle in Cell No. 7 mencatatkan total perolehan sebanyak 5.852.916 penonton. Adaptasi dari Korea Selatan tersebut mampu menyentuh sisi emosional banyak penonton melalui akting para aktor yang sangat mendalam.

Film berdasarkan kisah nyata berjudul Vina Sebelum 7 Hari juga memberikan kontribusi signifikan dengan raihan sebanyak 5.815.945 penonton. Kontroversi dan simpati publik terhadap kasus tersebut menjadi faktor utama yang mendorong banyak orang datang mengunjungi bioskop lokal.

Sekuel dari kisah romansa Bandung yaitu Dilan 1991 berhasil menggenapi daftar 10 besar dengan total penonton 5.253.411 orang. Angka tersebut mempertegas dominasi waralaba film Dilan sebagai salah satu kekayaan intelektual paling menguntungkan di industri sinema Indonesia.

Kesuksesan berbagai judul film tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi dari sektor industri kreatif nasional memiliki masa depan cerah. Dukungan masyarakat terhadap karya orisinal anak bangsa akan terus menjadi kunci utama bagi pertumbuhan ekosistem perfilman Indonesia ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....