Film "Para Perasuk" Mengangkat Horor Budaya yang Kental dengan Tradisi Lokal

  • 24 Mar 2026 19:52 WIB
  •  Padang

Film horor budaya terbaru berjudul Para Perasuk siap menghadirkan nuansa mistis yang kental dengan tradisi lokal. Mengangkat kisah dari sebuah desa dengan ritual turun-temurun, film ini menawarkan kombinasi antara horor, budaya, dan konflik manusia yang menarik.

Film Para Perasuk (judul internasional: Levitating) adalah film panjang ketiga sutradara Wregas Bhanuteja yang diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Film ini juga dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan.

Cerita Para Perasuk berfokus pada Desa Latas yang dikenal dengan tradisi “pesta kerasukan”, sebuah ritual sakral yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi ini menjadi identitas desa sekaligus daya tarik spiritual yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu bagi masyarakat setempat.

Namun, ketenangan desa mulai terusik ketika mata air keramat—tempat para Perasuk mencari roh—terancam digusur. Ancaman tersebut bukan hanya berdampak pada keberlangsungan tradisi, tetapi juga mengguncang keseimbangan spiritual yang selama ini dijaga oleh warga desa.

Tokoh utama Bayu, yang diperankan oleh Angga Yunanda, bertekad menjadi Perasuk Utama untuk memimpin ritual besar demi menyelamatkan mata air tersebut. Ambisinya mendorongnya untuk menggelar pesta besar-besaran dengan harapan dapat mengumpulkan dana sekaligus mempertahankan tradisi leluhur.

Namun, perjalanan Bayu tidak semudah yang dibayangkan. Ia mulai menyadari bahwa menjadi seorang Perasuk sejati bukan hanya soal ambisi, tetapi juga kesiapan batin dan pengorbanan yang besar. Teror dan kekuatan tak kasat mata pun mulai menguji keberaniannya serta kepercayaan warga desa.

Dengan latar budaya yang kuat dan cerita yang penuh ketegangan, Para Perasuk diprediksi menjadi salah satu film horor yang berbeda di tahun 2026. Tidak hanya menyuguhkan rasa takut, film ini juga mengangkat nilai tradisi, kepercayaan, dan perjuangan mempertahankan warisan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....