Film Waru, Menghidupkan Kembali Mitos Pohon Terlarang
- 18 Feb 2026 08:08 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Film horor terbaru berjudul Waru hadir meramaikan layar lebar Indonesia dengan pendekatan yang mengakar kuat pada mitos dan kepercayaan lokal. Tayang mulai 12 Februari 2026, film ini mengangkat kisah tentang pohon waru yang dalam kepercayaan masyarakat Jawa dikenal sebagai tempat bersemayam makhluk gaib. Alih-alih sekadar menampilkan jumpscare, Waru memilih membangun atmosfer teror dari cerita rakyat yang sudah lama hidup di tengah masyarakat.
Dari sisi cerita, Waru menawarkan konflik keluarga yang dibalut unsur mistis. Tokoh Lydia menjadi pusat dari rangkaian kejadian mengerikan setelah terlibat perjanjian gaib yang berhubungan dengan pohon terkutuk. Alur ini memberi dimensi emosional, karena teror tidak hanya datang dari dunia gaib, tetapi juga dari rasa bersalah, rahasia masa lalu, dan konsekuensi pilihan hidup.
Menariknya, film ini tidak hanya menempatkan horor sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai refleksi budaya. Pohon waru digambarkan bukan sekadar properti cerita, melainkan simbol kepercayaan turun-temurun yang masih dianggap sakral di sejumlah daerah. Pendekatan ini membuat Waru terasa lebih dekat dengan penonton Indonesia, karena menyentuh memori kolektif tentang pantangan, mitos, dan cerita angker di kampung halaman.
Dari sisi visual, Waru memanfaatkan suasana hutan, rumah tua, dan pencahayaan minim untuk membangun rasa tidak nyaman secara perlahan. Alih-alih mengandalkan efek berlebihan, film ini mengedepankan atmosfer sunyi, bayangan, serta suara-suara samar yang memperkuat kesan mencekam. Pendekatan ini membuat teror terasa lebih realistis dan menekan secara psikologis.
Deretan pemain seperti Bella Graceva dan Zikri Daulay turut memberi warna pada film ini lewat akting yang menonjolkan tekanan emosional. Karakter-karakter tidak hanya berperan sebagai korban teror, tetapi juga sebagai individu yang terjebak dalam konflik batin. Hal ini membuat penonton tidak hanya merasa takut, tetapi juga ikut terlibat secara emosional dengan perjalanan para tokoh.
Secara keseluruhan, Waru bisa dilihat sebagai contoh bagaimana film horor Indonesia semakin berani mengeksplorasi kekayaan mitologi lokal. Dengan menggabungkan cerita keluarga, perjanjian gaib, dan simbol budaya, film ini menawarkan teror yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga relevan dengan identitas dan kepercayaan masyarakat. Waru pun berpotensi menjadi salah satu horor lokal yang membekas, bukan hanya karena seramnya, tetapi juga karena kedekatannya dengan akar budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....